Mengenal Mesin pada Kendaraan Bermotor

Mesin pada kendaraan bermotor merupakan jantung atau inti utama. Sebuah kendaraan masuk dalam kategori kendaraan bermotor jika terdapat mesin sebagai penggeraknya.

Perkembangan mesin kendaraan bermotor berkembang sangat pesat belakangan ini, meskipun konstruksi dasar mesin dari pertama ditemukan hingga saat ini tidak jauh berbeda.

Hanya saja komponen dan bahan-bahan pembentuknya yang mengalami banyak perubahan demi menciptakan mesin yang memiliki daya tahan, efisiensi bahan bakar dan menghasilkan semburan tenaga yang lebih besar dengan konsumsi bahan bakar seminim mungkin dan emisi gas buang yang sangat rendah.

Beberapa mesin kendaraan bermotor yang paling umum ditemui di pasaran antara lain.

Mesin 4 Tak. 


Mengenal Mesin pada Kendaraan Bermotor,mesin 4Tak,

Mesin 4 Tak merupakan mesin pembakaran dalam dan merupakan mesin kendaraan bermotor yang banyak digunakan saat ini. Pada mesin 4 Tak memiliki empat siklus kerja untuk menghasilkan satu kali kerja. Proses utama pada mesin 4 tak antara lain

Langkah Isap (Intake). Pada proses ini piston yang terdapat di silinder bergerak dari atas kebawah atau dari Titik Mati Atas (TMA) ke Titik Mati Bawah (TMB). Campuran udara dan bahan bakar tehisap masuk keruang bakar melalui katup masuk yang terbuka saat proses ini.

Langkah Kompresi. Pada kali ini piston bergerak dari TMB ke TMA untuk memampatkan campuran udara dan bahan bakar yang sudah terhisap  ke ruang bakar, posisi katup isap dan katup buang tertutup rapat.

Langkah Kerja (Proses Pembakaran). Setelah piston mencapai posisi TMA maka busi akan memercikan bunga api yang mengakibatkan ledakan dasyat diruang bakar yang membuat piston terdesak dan bergerak dari TMA ke TMB. Langkah ini menghasilkan tenaga pada mesin.

Langkah Buang (Proses pembuangan), setelah Piston mencapai TMB maka Piston akan bergerak kembali ke TMA untuk mendorong sisa pembakaran keluar melalui katup buang yang mulai terbuka pada proses pembuangan.



Mesin 2 Tak. 
Mesin 2 Tak memiliki dua kali langkah piston untuk menghasilkan 1 kali kerja. Pada mesin 2 Tak tidak dilengkapi katup mekanis seperti halnya mesin 2 Tak melainkan menggunakan katup yang berupa plat membran. Aliran udara dan bahan bakar mengalir akibat perbedaan tekanan atmosfer yang ada diruang mesin dengan udara sekitar.

Saat piston bergerak dari Titik mati bawah (TMB) ke Titik Mati Atas (TMA) maka dua proses terjadi sekaligus secara bersamaan yaitu Isap dan Kompresi.
Di bagian atas piston terjadi langkah kompresi dimana piston memampatkan campuran udara dan bahan bakar, sedangkan pada bagian bawah piston terjadi proses Isap dimana bahan bakar dan udara tersedot masuk kedalam ruang engkol pada mesin.

Saat piston bergerak dari TMA ke TMB (Pembakaran dan Buang). Saat proses kerja akibat dari terbakarnya campuran dan bahan bakar yang sudah dimampatkan pada proses pertama tadi. Maka secara bersamaan seiring bergeraknya piston dari TMA ke TMB, saluran buang mulai terbuka dan setelah saluran buang terbuka sekitar 1/4 bukaan maka saluran bilas pun mulai terbuka sehingga campuran udara dan bahan bakar yang masih segar membantu mendorong sisa pembakaran keluar melalui saluran buang. Sementara itu saluran masuk (intake manifold) tertutup oleh dinding piston.

Mesin 2 Tak menggunakan 2 jenis oli untuk melumasi bagian mesinnya. Oli mesin yang digunakan untuk melumasi bagian-bagian mesin seperti gearbox dan kopling. Oli samping yang berguna untuk melumasi komponen dalam silinder mesin seperti piston dan poros engkol. Oli samping ini akan ikut terbakar bersama bahan bakar saat mesin dihidupkan. Hal ini yang menyebabkan hasil pembakaran pada mesin 2 Tak mengeluarkan asap dan tingkat emisi gas buangnya cukup tinggi. Oleh karena itu mesin kendaraan bermotor jenis ini sudah mulai jarang digunakan pada kendaraan bermotor.



Mesin Wankel (Rotary Engine).
Mesin wankel atau yang biasa juga dikenal dengan mesin rotary memiliki konstruksi yang berbeda dibanding kedua jenis mesin diatas. Pada mesin wankel tidak ditemukan piston yang bergerak naik turun layaknya mesin 2 Tak maupun 4 Tak. Mesin wankel menggunakan rotor yang berputar pada. Mesin wankel memiliki konstruksi yang lebih ringkas dan komponen yang lebih sedikit dibanding mesin 4 Tak Maupun 2 Tak. Hanya saja konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang tinggi membuat mesin wankel kurang diminati produsen otomotif dunia.

Mesin rotary cukup jarang ditemui karena tidak banyak produsen kendaraan yang menggunakan mesin kendaraan bermotor berjenis ini pada kendaraan produksinya. Hingga saat ini pabrikan Mazda salah satu produsen mobil yang masih setia menggunakan mesin wankel pada mobil produksinya.

Proses kerja mesin wankel pada dasarnya sama dengan mesin 4 Tak maupun 2 tak karena terdapat proses isap, kompresi, pembakaran dan buang. Hanya saja ke semua proses tersebut terjadi hampir secara bersamaan didalam mesin. Pada satu sisi rotor terjadi proses kompresi sedangkan sisi lainnya pun secara bersamaan mengalami proses Pembakaran, isap dan buang. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan ilustrasi berikut.



Mesin listrik.
Mengingat semakin langkanya bahan bakar minyak berbahan dasar fosil, maka produsen kendaraan bermotor mulai mengembangkan teknologi mesin listrik yang lebih hemat bahan bakar dan memiliki emisi sangat rendah. Dengan penggunaan mesin listrik di harapkan mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak dan dapat mengurangi polusi udara yang sudah sangat memprihatinkan di beberapa kota besar dunia dan berdampak secara global.

Teknologi mobil listrik terbaru telah mampu menciptakan mobil yang dapat menempuh jarak hingga 200 Km hanya dengan sekali charge. Namun begitu, kendaraan yang mengusung teknologi mesin listrik masih memiliki harga jual yang relatif lebih tinggi dibanding mesin konvensional.

Tenaga mesin listrik bersumber dari bateray yang dapat di-charge pada instalasi listrik rumah ataupun pada tempat pengisian khusus.



Berbagai produsen kendaraan berupaya menciptatkan teknologi yang dapat menghemat penggunaan bahan bakar pada mobil atau motor produksinya, salah satunya adalah dengan menggabungkan teknologi mesin konvensional dan mesin listrik dalam satu mobil, yang biasa juga dikenal dengan mobil hybrid. Namun teknologi mobil hybrid masih tergolong mahal dibanding mobil reguler lainnya yang bermesin konvensional. Jadi teknologi mobil hybryd masih terkendala pada harga jual yang tinggi karena memang biaya produksi mobil hybrid lebih besar dibanding mobil pada umumnya.

Demikianlah sedikit uraian mengenai Mesin Pada kendaraan bermotor. semoga bermanfaat.



0 Response to "Mengenal Mesin pada Kendaraan Bermotor"

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar anda.