Simpan file di awan

Sekarang sudah jamannya menyimpan file di "awan". Jika pekerjaan anda di kantor belum selesai, anda dapat melanjutkannya di rumah tanpa harus meng-copy pekerjaan anda ke flashdisk dan membawanya pulang untuk dikerjakan dengan komputer rumah.

Cukup simpan kerjaan anda di Cloud Storage dan anda dapat melanjutkan kerjaan anda dimanapun dan anda tidak perlu khawatir data anda akan hilang.

Mengingat menyimpan file di flashdisk cukup rawan karena bisa saja flashdisk yang anda gunakan menyimpan data tersebut terselip atau tertinggal atau malah flashdisk tersebut mengalami error.

Telah banyak website yang menyediakan fasilitas penyimpanan bagi setiap orang dengan gratis. Seperti google dengan Google Drive-nya yang memberikan space hingga 15GB untuk versi gratisnya, Dropbox memberikan space 2GB secara gratis dan OneDrive yang sudah menjadi fitur pilihan penyimpanan pada windows 8 dan windows 10.

Berbagai penyedia Cloud Storage menyediakan space gratis untuk penggunanya dengan batasan penyimpanan yang lumayan besar, namun jika anda menginginkan kapasitas yang lebih besar lagi anda dapat membayar sejumlah biaya bulanan ataupun tahunan.

Secara umum, menyimpan file di awan akan memudahkan penggunanya untuk mendapatkan file yang dibutuhkan kapan saja dan dimana saja. Jadi tidak perlu khawatir lagi file tertinggal atau flashdisk terselip saat ingin menampilkan presentasi dihadapan klien atau saat ingin melanjutkan pekerjaan kantor di rumah.

Simpan file di awan

Dengan menyimpan file di awan, anda tidak perlu khawatir data-data anda hilang saat komputer mengalami gangguan atau kerusakan khususnya pada komponen penyimpanan hardisk. Data anda aman di cloud dan jika pun komputer anda rusak dan tidak dapat diperbaiki, anda tetap dapat mengakses data anda menggunakan perangkat lain.

Selain memanfaatkan jasa cloud storage pihak ketiga, andapun dapat membangun sistem cloud storage pribadi (personal cloud) yang dapat anda gunakan untuk keperluan sharing data dalam perusahaan atau di komunitas pribadi anda.

Tidak seperti Public Clouds, dengan menggunakan sistem cloud storage pribadi, anda dapat menyimpan perangkat keras penyimpan data ditempat yang aman dan anda ketahui pasti sehingga data anda tidak tersimpan di antah berantah seperti saat anda menyimpan file di layanan pihak ketiga.

Personal Cloud seperti My Cloud Ex2 keluaran Wester Digital (WD) atau Seagate Personal Cloud Home Media Storage Device 3TB merupakan Network Atthaced Storage (NAS) yang dapat anda manfaatkan untuk menyimpan data anda agar dapat di akses dari mana saja kapan saja.

Sekarang telah banyak provider Cloude Storage yang dapat anda gunakan. Masing-masing penyedia layanan Cloud Storage seperti, Google Drive, Idrive, Code42 Crashplan, CertainSafe, SugarSync, Microsoft OneDrive, Box, Dropbox, Apple iCloud Drive, Hightail dan masih banyak lagi yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Menyimpan file di awan berarti meng-upload data saat anda ingin menyimpan file, yang berarti kembali ke masalah dukungan koneksi internet yang anda pakai.

Jika hanya untuk menyimpan file dokumen dengan ukuran beberapa Kilobite saja, koneksi pada umumnya mungkin masih bisa membantu.

Tapi jika anda bekerja di dunia grafis misalnya, yang file kerjaannya hingga puluhan bahkan ratusan MegaByte, maka menyimpan file di cloud dengan koneksi pada umumnya malah akan mengganggu kinerja anda.

Masih lebih praktis menyimpannya di flashdisk jika ingin berpindah komputer, karena menyimpan file berukuran besar di Cloud dengan menggunakan koneksi yang lambat akan memakan waktu cukup lama sehingga malah membuang waktu produktif anda.



0 Response to "Simpan file di awan"

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar anda.