Sepeda Motor Chronicle

Sepeda motor adalah kendaraan transportasi darat beroda dua yang digerakkan oleh mesin. Kedua roda terletak sebaris lurus depan dan belakang yang pada kecepatan tinggi, sepeda motor tetap stabil disebabkan oleh gaya giroskopik.

Sedangkan saat berjalan pada kecepatan rendah, keseimbangan sepeda motor tergantung oleh kemampuan pengendara mengatur setang agar tetap stabil.

Sepeda motor merupakan pengembangan dari sepeda konvensional (sepeda onthel) yang telah lebih dulu ditemukan, seiring berjalannya waktu dan berbagai uji coba, akhirnya cikal bakal sepeda motor pertama kali terwujud dalam bentuk sepea kayu yang diberi mesin, namun kendaraan tersebut di beri nama Reitwagen (“riding car”).

Sepeda motor telah mengalami perkembangan sejak ditemukan, berbagai inovasi dikembangkan untuk menghasilkan sepeda motor yang mampu menyesuaikan tuntutan jaman.

berikut bebereapa komponen utama pada motor yang sering menjadi perhatian untuk dikembangkan lebih lanjut.


MESIN
Mesin sepeda motor memiliki berbagai macam jenis, tipe, dan ukuran. Beberapa mesin yang biasa terpasang pada sepeda motor antara lain; mesin 4tak, mesin 2tak, mesin rotary, dan mesin listrik.

Mesin 4tak merupakan mesin pembakaran dalam yang paling populer digunakan pada sepeda motor. Sebelumnya mesin 2tak sempat menajdi primadona karena bentuknya yang ringkas dan dapat menghasilkan tenaga yang cukup besar tapi masalah emisi gas buang yang tergolong cukup tinggi membuat mesin 2tak mulai ditinggalkan.

Berbagai macam konfigurasi mesin sepeda motor di terapkan untuk tujuan menghasilkan tenaga yang optimal ataupun untuk mendukung tampilan motor secara keseluruhan.

Beberapa konfigurasi mesin yang biasa digunakan pada sepeda motor.
Mesin satu silinder. Untuk mesin satu silinder, blok silindernya biasanya diposisikan tegak vertikal, horizontal (ke arah depan) dan 45derajat.

konfigurasi mesin motor, mesin motor,

V-twin, merupakan konfigurasi mesin yang silindernya membentuk huruf V kurang dari 90derajat.

L-Twin, secara konstruksi, bentuknya tidak jauh berbeda dengan V-Twin. Hanya saja sudut yang dihasilkan adalah 90derajat dengan posisi silinder menjorok kedepan hampir horizontal dan silinder belakang hampir vertikal.

Mesin Boxer. Posisi silinder yang di buat rebah ke kanan kiri motor.

Inline (segaris). Konfigurasi inline segaris merupakan konfigurasi mesin yang memiliki jumlah silinder dua atau lebih yang disusun membentuk satu garis lurus. Mesin dengan susunan silinder segaris, bisa memiliki 2, 4, 6 silinder bahkan lebih.

Dan masih banyak konfigurasi mesin lainnya termasuk mesin wankel yang juga digunakan pada sepeda motor meskipun kurang populer. Mesin motor dibangun dengan berbagai konfigurasi untuk menghasilkan tenaga motor yang maksimal dengan mempertimbangkan titik berat kendaraan, getaran yang dihasilkan mesin, prestige dan stabilitas berkendara, tanpa mengenyampingkan penampilan motor secara keseluruhan.


Rangka
Rangka atau chasis pada sepeda motor merupakan bagian penting untuk menopang komponen motor lainnya. Terdapat beberapa tipe rangka motor diantaranya;
Pressed (rangka pres), Single Cradle (rangka bak tunggal), Half-duplex Cradle (rangka bak semi ganda), Full-duplex Cradle (rangka bak ganda). Perimeter Spine atau Backbone (rangka tulang punggung), Beam (rangka balok penyeimbang), Monocoque (rangka cangkang), Trellis (rangka teralis), Diamond (rangka berlian)


Rem
Rem yang paling umum digunakan pada sepeda motor adalah rem tromol dan rem cakram. Rem cakram sering dipercaya untuk mengawal roda depan meskipun pada motor-motor terbaru, rem cakram juga dipasang pada roda belakang untuk meningkatkan keamanan.

Piringan rem cakram biasanya di beri lubang yang berfungsi sebagai penghantar panas karena ketika terjadi proses pengereman, gesekan antara kampas rem dan piringan cakram dapat menhasilkan panas yang bisa saja membuat piringan cakram memuai (bengkok) yang akan sangat membahayakan bagi pengendara ketika piringan cakram bengkok yang berakibat roda jadi macet.


Suspensi
Suspensi pada sepeda motor mendukung kenyamanan berkendara dan mendukung pengendalian lebih stabil dan akurat. Sistem suspensi pada sepeda motor tidak saja hanya berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara namun juga mendukung performa motor secara keseluruhan.

Suspensi yang terlalu empuk dapat mengurangi traksi ban ke aspal sehingga mengurangi performa motor begitupun sebaliknya suspensi yang terlalu keras maka getaran jalan akan sangat terasa membuat pengendara mudah lelah dan komponen pendukung motor seperti bearing roda cepat aus.

Suspensi depan motor umumnya menggunakan suspensi teleskopik atau Upside down. Meskipun begitu bukan berarti sistem suspensi depan motor tidak memiliki variasi lain. Motor buatan piagio yang lebih dikenal dengan sebutan Vespa menggunakan sistem suspensi berlengan ayun pada bagian depannya, Honda ulung pun menggunakan sistem suspensi lengan ayun meskipun konstruksinya sedikit berbeda. sistem suspensinya dikenal dengan nama Garpu batang bawah (bottom link fork).

Secara konstruksi sistem suspensi dengan swing arm untuk bagian depan motor lebih rumit dibanding sistem teleskopik atau upside down. Namun sistem lengan ayun diklaim dapat meningkatakan stabilitas motor

Lain depan lain pula belakang. Suspensi belakang sepeda motor terdapat dua jenis yang sering ditemui yaitu Twin-Shocks dan mono-Shock. Tampak jelas perbedaannya dimana twin-shock mengandalkan dua buah shock absorber yang diletakan diujung belakang lengan ayun untuk meredam getaran. Sedangkan sistem monoshock hanya memanfaatkan sebuah shockbraeker saja.


Kelistrikan
Sistem kelistrikan pada kendaraan bermotor khususnya sepeda motor bagaikan urat nadi di tubuh manusia. Pada perkembangannya, sistem kelistrikan pada sepeda motor menjadi semakin vital. Jika anda pernah utak-atik motor tahun 90an dan berhasil membuat motor berjalan hanya dengan dua utas kabel dengan mudah namun tidak halnya dengan motor keluaran terbaru.

Sistem elektronik di motor memegang peranan penting dalam mengatur suplai bahan bakar, mendeteksi kebiasaan pengemudi, bahkan pada motor kelas premium-sistem elektronik berperan meningkatkan keamanan dan kenyamanan berkendara melalui Traksi control, wheelie control, dll.

Sebagian rider merasa terbantu dengan adanya sistem elektronik yang semakin canggih pada motor khususnya motor-motor ber-CC besar. Tapi adapula yang merasa sedikit terganggu dengan terlalu banyaknya bantuan sistem elektronik dimotor. Seperti teknologi Drive by Wire yang menjadi "pemisah" antara pengemudi dan mesin.

Bagaimana tidak, ingin hati membuka seperempat putaran Gas untuk mendapatkan tenaga mesin yang diinginkan namun yang terjadi, sistem elektronik harus menganalisa situasi dan kondisi motor sebelum menentukan apakah harus menuruti keinginan rider atau tidak (rider yang tak dianggap). Berasa ngajuin proposal ke anggota dewan tapi tunggu pengesahan melalui birokrasi yang ruwet.

Tapi tentu semua proses terjadi dalam sepersekian milidetik dalam otak elektronik yang bekerja harmonis bersama sensor-sensor yang ada dalam satu kesatuan. Oleh karenanya, pada beberapa motor ber-CC besar yang memiliki fitur traksi control, wheelie control, dll terdapat tombol untuk mengaktifkan dan menonaktifkannya khusus bagi rider yang ingin merasakan sensasi berbeda saat berkendara.

Semoga bermanfaat.

Please Share Artikel "Sepeda Motor Chronicle" ini :)

0 Response to "Sepeda Motor Chronicle"

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar anda.