Jangan lewatkan motogp musim 2017, Rugi!

Gelaran Motogp ke 69 hadir dengan pembalap baru, pabrikan baru, dan perubahan formasi tim yang pastinya akan membuat musim 2017 akan sangat menarik.

Berikut ini beberapa alasan yang membuat motogp musim 2017 tidak boleh dilewatkan.

Pendatang baru
Hadirnya pendatang baru yang merupakan pembalap berbakat dari kelas Moto 2 akan meramaikan sengitnya persaingan perebutan gelar di kelas Motogp.

Alex Rins, Johann Zarco pemegang gelar juara dunia Moto 2 musim 2016, ada juga Sam lowes dan Jonas Folger yang naik kelas ke MotoGP.

Alex Rins cukup beruntung masuk di tim pabrikan yang sudah mulai kompetitif dan akan mulai debutnya di Motogp berduet dengan Andrea Iannone untuk membela Ecstar Suzuki Team GSXRR.

Sam Lowes yang finish peringkat 5 di kelas Moto 2 tahun 2016 lalu akan pakai motor Aprilia Gresini untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas MotoGP musim 2017.

Sedangkan Jonas Folger dan Johann Zarco akan membela Team Monster Yamaha Tech 3. Nama-nama baru ini layak menjadi perhatian di kelas MotoGP musim 2017.

Baca juga : Formasi tim motogp 2017

Debut Maverick Vinales di Yamaha
Pembalap Spanyol berumur 22 tahun meninggalkan Suzuki dan berpindah ke Yamaha Movistar menemani Rossi.

Vinales sudah menghadiahkan satu kali podium kepada Suzuki di musim 2016 lalu. Tahun 2015, Vinales juga memenangkan gelar “Best Rookie Award”.

Hasil latihan pra musim 2017, sepak terjang Vinales cukup mengancam dengan beberapa kali mencatatkan waktu terbaik. Meskipun hasil test pra musim belum bisa dijadikan acuan tapi catatan waktu yang dihasilkannya bersama Yamaha cukup membuat tercengang.

Performa Ban
2017 menjadi tahun kedua bagi Michelin sebagai Suplier Ban Resmi MotoGP. Di musim 2016 lalu memberi catatan tersendiri terkait Ban buatan Michelin dengan beberapa kali mengalami insiden.

Beberapa pembalap juga sering mengeluhkan kehilangan grip ban depan saat memasuki tikungan bersama Michelin.

Tahun 2017 ini Michelin telah memiliki data yang cukup untuk menciptakan ban yang lebih kompetitif, konsisten dan lebih bisa di prediksi karakteristiknya.

Flag to flag
Di beberapa seri mungkin akan dilaksanakan saat musim hujan yang memaksa balapan dilaksankan wet race dengan kemungkinan flag to flag race. Dimana pembalap akan berganti motor ketika cuaca berubah dan sirkuit mulai kering atau mulai basah.

Strategi menentukan kapan waktu yang tepat untuk mengganti ban menjadi momen yang akan sangat mempengaruhi hasil akhir balapan.

Saat balapan basah yang menjelang kering maka penentuan waktu yang tepat untuk menggati motor dengan ban slik akan sangat mempengaruhi hasil.

Pengamatan saspal sirkuit harus benar benar di lakukan oleh pembalap sambil tetap melaju secepat mungkin.

Mengganti ban slik saat aspal belum benar-benar kering malah akan mengganggu catatan waktu, tapi membiarkan ban basah menggerus aspal yang mulai kering pun akan mengurangi catatan waktu.

Pertaruhan yang sangat sulit bagi pembalap dan tim dengan resiko DNF akibat terjatuh jika memaksakan kondisi ban yang tidak sesuai kondisi aspal.

Tahun kedua Michelin di Motogp tentu telah memliki data yang cukup untuk menghadapi kondisi ini. Racikan ban baru yang di bangun berdasarkan data musim lalu cukup dinantikan performanya.

Hadirnya KTM
KTM tampil sebagai wildcard di di Valencia musim 2016 lalu untuk mempersiapkan motornya agar mampu tampil kompetitif di musim 2017 ini.

Meskipun kala itu gagal finish karena masalah teknis, KTM tidak diragukan lagi akan meramaikan Starting Grid di setiap seri Motogp 2017.

Meskipun realitanya, pada musim pertamanya di MotoGP, KTM perlu beradaptasi dan mengumpulkan sebanyak mungkin data yang diperlukan untuk mengembangkan motor.

Tapi biar bagaimana pun KTM harus berkaca pada Suzuki yang berhasil tampil kompetitif di musim keduanya bertarung di kelas MotoGP.

Lagipula KTM memiliki segudang pengalaman di berbagai ajang balap dan memiliki rekor tersendiri dalam membangun mesin berkapasitas kecil hingga sedang. Dan di tahun 2005 lalu KTM pun mensuplai mesin V4 990 cc untuk tim Proton KR Machine milik Kenny Robert.

motor tim ktm di motogp

Jorge Lorenzo
Salah satu yang paling ditunggu-tunggu adalah kiprah Jorge Lorenzo setelah pindah ke Ducati.

Bayang-bayang kegagalan Rossi bersama Ducati di musim 2011 dan 2012 lalu menjadi tantangan tersendiri bagi Lorenzo untuk membuktikan bahwa dia bisa menaklukkan Demosedici yang telah lama mengincar juara dunia semenjak ditinggalkan Casey Stoner yang memutuskan gantung helm.

Nomor baru motor lama
Perubahan Formasi salah satu tim berdampak langsung dengan tim lainnya.

Lorenzo dengan nomor start 99 pindah ke Ducati menggeser Andrea Iannone yang memutuskan pindah ke Suzuki. Untungnya Ducati tidak perlu warna cat baru untuk menuliskan angka 99, karena pada dasarnya nomor star lorenzo menggunakan warnah merah yang identik dengan motor Ducati.

Sedangkan Vinales yang duduk di jok Suzuki Musim lalu, pindah ke Yamaha untuk berduet dengan Rossi dan “memaksa” Yamaha mengganti angka 99 di motor M1 dengan nomor milik Vinales.

Bradley Smith dan Pol Espargaro pindah ke KTM dan menyisakan bangku kosong di Yamaha Tech 3 yang kemudian diisi pendatang baru Folger dan Rabat.

Tim Aspar Ducati perlu mengecat nomor start baru setelah merekrut pembalap baru, Alvaro Bautista dan Karel Abraham di ajak kembali ke Motogp setelah memenangkan Super Bike World Championship 2016 lalu.

Rossi
Rossi yang masih berusaha mengejar gelar ke sepuluhnya akan sangat menarik ditunggu aksinya di musim 2017 ini. Apakah beliau akan berhasil merengkuh gelar kesepuluhnya di musim 2017 ini.

Hadir sebagai sesepuh dengan umur yang tidak muda lagi namun tetap mampu menghadirkan persaingan sengit di antara pembalap-pembalap yang jauh lebih muda.

Dua kali meraih podium tertinggi di musim 2016 lalu membuktikan bahwa Rossi masih sangat kompetitif dan sepertinya belum terlihat gelagatnya untuk gantung wearpack.

Rossi telah berada di Motogp cukup lama, mulai era motogp masih menggunakan mesin 500 cc 2 Tak, kemudian beralih menjadi 800 cc 4 Tak, dan 1000 cc 4 Tak. Dari jamanya membalap mengandalkan feeling sampai balapan dengan full elektronik berteknologi tinggi.

Winglet Aerodinamis
Inovasi menjadi hal penting di motoGP. Ducati memperkenalkan penggunaan winget di motogp 2015 lalu yang kemudian pabrikan lain pun mulai menerapkannya di musim 2016.

Penerapkan winglet memberi keuntungan tersendiri terkait catatan waktu yang diperoleh. Dengan adanya winglet, pembalap motogp mampu mencatatkan waktu lebih cepat sekitar 0.1-02 detik dibanding tanpa winglet. Angka yang terlihat kecil namun cukup berarti dalam olahraga yang mengandalkan kecepatan.

Tapi di musim 2017, penggunaan winglet di larang demi keamanan karena cukup berbahaya jika mengenai pembalap.

Konon untuk mengakali larangan penggunaan winglet, beberapa tim tetap menggunakan winglet namun di letakan pada bagian sisi-dalam fairing. Tim Yamaha sempat menguji coba winglet yang terpasang di sisi dalam fairing yang membuat bentuk fairing sedikit labih “gemuk”

Tapi belum diketahui efektifitasnya apakah sebaik winglet yang terpasang di luar fairing atau tidak. Untuk itu, jangan sampai kelewatan menyaksikan seberapa cepat motor MotoGP melaju tanpa winglet.

winglet baru di motogp 2017

Gratis
Alasan apalagi yang membuat anda rela melewatkan Motogp 2017 yang tayang secara gratis.

Beruntungnya kita tinggal di Negara tercinta Indonesia yang yang memiliki stasiun TV swasta yang selalu setia menyiarkan balapan Motogp secara gratis.

Di negara lain mungkin kita perlu berlangganan TV kabel atau TV apalah namanya yang tarif berlangganannya pun tidak murah bagi sebagian orang.

Selain nonton di layar kaca, Anda pun bisa nonton bareng di warung kopi biar rame atau nonton bareng di dealer motor yang biasanya menggelar “layar tancap” berukuran besar untuk memanjakan mata setiap penikmat motogp.


Itulah alasan mengapa anda tidak boleh melewatkan setiap seri Motogp 2017. Agar anda tidak ketinggalan, siapkan juga Jadwal lengkap Motogp 2018.