Bagaimana cara pabrikan menentukan kapasitas Bagasi, dan kenapa harus Liter?

Salah satu yang paling membingungkan dalam melihat spek kendaraan adalah ketika kita bertemu beragam satuan-ukur yang digunakan.

Ada produsen yang menggunakan Inchi-ada yang pakai milimeter, ada yang pakai Mph-ada yang Kph, ada yang Pound-ada yang Kg .

Salah satu yang juga cukup membingungkan adalah satuan-ukur yang dipakai untuik menentukan kapasitas Bagasi.

Bagasi pada mobil biasa di informasikan dalam satuan Liter, terkadang ini menjadi pertanyaan, kenapa tidak menggunakan satuan kubik atau pakai Panjang x Lebar x Tinggi.

Salah satu alasannya adalah karena bentuk bagasi mobil yang cenderung tidak beraturan maka akan lebih mudah bagi produsen untuk mengukurnya dalam satuan liter daripada kubik.

Sebagai konsumen pun lebih mudah membayangkan kapasitas dalam liter karena umumnya benda-benda yang ada di sekitar kita banyak yang menggunakan satuan liter.

Bagaimana jika suatu mobil memiliki kapasitas bagasi 1600 x 450 x 760 mm. atau katakanlah ‘kapasitas bagasi = 547.200.000 milimeter kubik’.

Apakah anda sudah bisa membayangkan daya tampungnya?

Bagaimana kalau ditulis 547 liter? Masih tetap bingung?

Itu sama dengan 364 botol air mineral ukuran 1.5 liter.

Sebenarnya ini juga masih membuat konsumen menjadi sulit memperkirakan apakah sebuah sepeda akan cukup jika di muat dalam bagasi mobil tersebut jika patokannya adalah Liter.

Karena ukurannya 547 liter kita tidak tahu berapa ukuran dimensi pastinya.

Untuk mobil kelas MPV mungkin kita bisa memperkirakan panjang dan tingginya karena bisa terlihat dari bodi luarnya, tapi lebarnya?

Untuk kelas sedan, kita malah tidak akan mendapat gambaran yang mendekati kondisi sebenarnya berapa sebenarnya tinggi lebar dan panjang bagasinya.


Bagaimana cara menentukan kapasitas bagasi mobil

Bagaimana metode yang digunakan untuk menentukan kapasitas bagasi ini?

Apakah dengan menuangkan sejumlah air, gel atau slime kedalam bagasi?

Tidak, tidak seperti itu....

Ada beberapa standart penentuan kapasitas bagasi seperti SAE (Society of Automotive Engineers) dari USA yang sudah lama diguakan dan VDA (Verband der Automobilindustrie/Association of the Automotive Industry) dari Jerman.

metode untuk pengukuran kapasitas bagasi


Metode VDA

Metode VDA juga cenderung menjadi pendekatan yang banyak dilakukan oleh produsen Eropa, Jepang dan Korea.

Metode penentuan kapasitas Bagasi dengan Metode VDA adalah dengan memanfaatkan kon-Blok berukuran 200 x 50 x 100 mm yang setara dengan satu Liter.

Kemudian sejumlah kon-blok ini disusun sedemikian rupa hingga memenuhi ruang bagasi mobil.

Jumlah blok yang bisa muat di dalam bagasi pada satu waktu adalah kapasitas liter sesuai standart VDA.

Seperti yang Anda bayangkan, ini seperti menyusun potongan puzzle, konfigurasi susun yang berbeda akan cenderung mempengaruhi hasilnya, sehingga menyempurnakan teknik pemuatan sangat penting untuk mendapat kapasitas maksimal yang benar-benar terukur.


Metode SAE

Selain VDA ada SAE yang sudah lama menjadi standar paten untuk kendaraan.

Pada metode SAE (Society of Automotive Engineers), mensimulasikan pengepakan yang biasa di aplikasikan sehari-hari dengan Kotak beragam ukuran.

Kotak yang digunakan akan mewakili barang berukuran berbeda dari kotak berukuran 67 liter untuk mewakili ukuran Travel Bag misalnya, sampai kotak lebih kecil yang setara dengan 5.6 liter, bahkan ada kotak yang mensimulasikan tas golf.

Kotak-kotak ini kemudian di susun kedalam bagasi untuk menentukan kapasitasnya.


Terkadang ditemukan kapasitas yang berbeda pada jenis mobil di kelas yang sama, misalnya (Hanya Contoh) mobil MPV Sigra dan Calya.

Pada satu brosur tercatat bagasi Sigra berkapasitas 503 liter sedangkan di brosur lain tertulis kalau bagasi Calya hanya mampu menampung 450 liter misalnya. Padahal kedua mobil ini kembar identik.

Kenapa bisa begitu?

Ada beberapa teknik perhitungan kapasitas bagasi yang di terapkan.

Ada yang melakukan perhitungan penuh dari lantai kabin hingga atap untuk mengetahui kapasitas maksimal yang bisa di bawa dalam bagasi.

Dan ada yang melakukan pengukuran dari lantai hingga sebatas tinggi kursi belakang. Pengukuran ini dilakukan agar pengemudi masih bisa menggunakan kaca spion tengah untuk memantau kondisi belakang mobil, untuk alasan keamanan.

Metode yang digunakan pun (VDA atau SAE), dapat menghasilkan pengukuran yang berbeda. Kedua standart pengukuran ini jarang / tidak pernah memberikan hasil yang sama.