Intip catatan Brembo di MotoGP

Siapa yang tak kenal nama Brembo, perusahaan spesialis rem khususnya rem cakram untuk kendaraan berperforma tinggi baik roda empat maupun roda dua ini juga dipercaya menjadi bagian dari motor motogp.

Tugas perangkat rem di motogp sangatlah penting, tidak hanya sebagai perangkat keamanan tapi juga sebagai perangkat penting untuk menghasilkan juara bagi setiap tim di motogp.

Untuk mengakomodasi kebutuhan pembalap dengan menyesuaikan kondisi lintasan, Brembo menyediakan dua tipe pilihan cakram yang terbuat dari bahan yang berbeda yaitu cakram berbahan karbon dan cakram berbahan logam.

Rem Karbon motogp dapat mengurangi berat dan menurunkan efek Gyroscopic sehingga dapat meningkatkan handling. Namun teknologi rem karbon memiliki kekurangan yaitu; tidak dapat bekerja optimal sebelum suhu kerjanya tercapai.

rem di motogp

Saat kondisi hujan rem karbon motogp tidak memungkinkan mencapai suhu optimal dan akan sangat berbahaya jika tetap digunakan, untuk itu, cakram berbahan logam tetap digunakan saat kondisi wet race.

Selain wet-race, meskipun temperatur dingin, selama tidak ada air dilintasan maka rem karbon tetap menjadi pilihan terbaik.

Brembo meyediakan pilihan piringan cakram 320 standar, 320 high mass, 340 standar dan 340 high mass, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya pembalap untuk menghasilkan performa maksimal secara konsisten dengan mempertimbangkan kondisi sirkuit.

tipe cakram rem motogp

Di motogp, Brembo memiliki catatan tersendiri terkait penggunaan rem dan berbagai data statistik pada setiap balapan diberbagai penjuru dunia.

Secara teknis, cakram rem karbon dan kampas rem buatan Brembo mampu beroperasi hingga suhu 800 derajat celcius jika dikombinasikan dengan suhu aspal yang bisa mencapai 49 derajat celcius, pendinginan pada sektor rem menjadi penting.

Berikut beberapa catatan rem Brembo di Motogp

1. Grand Prix of Qatar

Dikelilingi rumput sintetis yang didesain untuk dapat mencegah pasir dari gurun masuk kedalam sirkuit.

The Losail International Circuit merupakan satu-satunya balapan malam di motoGP dan tentu saja memberi tantangan tersendiri bagi pembalap dan khususnya perangkat pengereman.

Penggunaan rem selama lomba:

Pada tikungan tersulitnya (tikungan 1), pembalap menekan tuas rem selama 5.2 detik dengan gaya sebesar 8 kg untuk masuk tikungan satu dengan kecepatan 106 km/h turun dari 350 km/h.


Titik paling menantang:

Dari delapan sesi pengereman yang terjadi di Sirkuit Doha Qatar, hanya satu yang tercatat paling menantang, enam lainnya masuk kedalam skala medium dan sisanya hanya membutuhkan sentuhan kecil pada tuas rem.

Tikungan pertama setelah garis start menjadi paling sulit dan paling menantang ketangguhan rem. Setelah mencapai kecepatan 350 km/h, pembalap menurunkan kecepatan hingga 106 km/h, menerapkan tekanan sebesar 8 kg ke tuas rem.

Kondisi cuaca malam hari dan pasir yang mungkin masuk ke sirkuit memberi tantangan tersendiri bagi komponen rem motogp.

Pengereman di sirkuit Qatar memberi hiburan tersendiri bagi penikmat MotoGP karena saat pengereman membuat efek pijar dari gesekan brake pad dan piringan cakram yang lebih terlihat dibanding balapan siang.

rem di motogp


2. Autodrómo Termas de Río Hondo Argentina

Autodrómo Termas de Río Hondo tercatat sebagai sirkuit yang cukup menarik, modern dan aman. Selain menggelar motogp sirkuit ini juga digunakan untuk menggelar balap mobil.

Menurut catatan teknisi Brembo sirkuit ini mendapat peringkat tingkat kesulitan medium untuk pengereman. Dari skala satu sampai lima, sirkuit ini berada diposisi 3 untuk  difficulty index

Penggunaan rem di motogp selama lomba:

Tercatat 8 sesi pngereman terjadi pada setiap lapnya dengan persentase pengereman cukup tinggi, 31 persen dari seluruh total waktu saat balapan


Titik paling menantang:

Tikungan 5 adalah yang paling menantang bagi pembalap GP, karena pembalap masuk dengan kecepatan puncak di trek lurus sepanjang 1076 meter dan harus menurunkan kecepatan sebesar 255 km/h membebani tuas rem sebesar 12 kg.

Tikungan 11 tercatat sebagai pengereman tingkat medium dengan lama penghereman hanya 1 detik untuk deaselerasi dari 190 ke 147 km/h

rem di motogp


3. COTA Red Bull Grand Prix Of The Americas

Dari skala satu sampai lima, COTA mendapat nilai tiga untuk tingkat kesulitan dari sisi rem.

Penggunaan rem selama lomba:

Meskipun kecepatan rata-rata per lap di sirkuit ini termasuk yang terendah (158 kph) di banding sirkuit lainnya, waktu yang dihabiskan untuk pengereman tidak terlalu signifiakan; 23 persen dari keseluruhan durasi lomba.

COTA memiliki tiga tikungan yang dilalui dengan gigi 1 dan beberapa tikungan meliuk-liuk yang tidak terlalu membutuhkan pengereman.


Titik paling menantang:

Dari delapan sesi pengereman, tiga diantaramnya masuk kedalam klasifikasi sulit, dua medium dan tiga sisanya ringan. Memasuki tikungan 1, motor motogp berada pada posisi 310 kph dan harus turun ke 60 kph dalam 200 meter, menerapkan gaya sebesar 10 kg  di tuas rem.

Sesi yang paling menarik dan yang terbaik untuk pengereman di COTA adalah pada tikungan 12; kecepatan motor mencapai 336 kph dan harus diturunkan hingga 69 kph. Untuk mencapai kecepatan tersebut, Rem digunakan selama 6 detik, sesi pengereman ini menghasilkan gaya 1.6g. Bisa dibayangkan kekuatan otot yang diperluan untuk menjaga motor tetap stabil.

Tikungan 20 sedikit lebih ringan dan dikategorikan kedalam tingkat medium. Pembalap menggunakan rem selama 3.5 detik , memberi gaya ke handle rem motogp  sebesar 1.6 kg

Tikungan 9 juga tercatat sebagai yang paling menantang krena memaksa pembalap untuk menurunkan kecepatan dari 148 kph ke 102 kph hanya dalam jarak 78 meter.

rem di motogp


4. Jerez

Selain Catalunya, catatan di jerez juga cukup menarik untuk disimak. 2 dari 12 sesi pengereman di Jerez diklasifikasikan sebagai yang paling menantang bagi perangkat Rem.

Penggunaan rem di motogp selama lomba:

Jerez mendapat nilai empat dari skala satu sampai lima untuk index tingkat kesulitan. Meskipun Jerez memiliki trek lurus terpendek (600 meter), pembalap Motogp akan menghabiskan 30 persen dari 27 lap untuk pengereman

Pada tikungan cepat seperti tikungan 4, 7, 11, dan 12, pembalap hanya menyentuh tuas rem sedikit saja. Deaselerasi total rata-rata selama balapan di Jerez adalah 1.08 g tapi jika dihitung tanpa keempat sesi pengereman di tikungan cepat maka rata-rata deaselerasi bisa mencapai 1.24 g.


Titik paling menantang:

Pembalap memberi tekanan sebesar 7.8 kg (17 lbs) ke tuas rem selama kurang lebih 5 detik untuk menurunkan kecepatan dari 296 kmh ke 65 km/h pada tikungan enam di sirkuit Jerez.

rem di motogp


5. Le Mans Prancis

Dari skala 1-5 Le Mans mendapat nilai tiga dari catatan tingkat kesulitan menurut Brembo, sama dengan beberapa sirkuit lainnya seperti Losail International Circuit, Circuit of The Americas, and Termas de Rio Hondo.

30 persen dari setiap lap dihabiskan untuk mengerem, pembalap memiliki kesempatan mendinginkan perangkat rem pada trek lurus di Le Mans tapi untuk mencegah cakram menjadi terlalu dingin, ukuran diameter disk 340 menjadi pilihan terbaik untuk kondisi trek seperti Le Mans.

Penggunaan rem selama lomba:

Kecuali tikungan satu dan 12, semua titik pengereman di Le Mans menggunakan rem setidaknya selama 2 detik dengan deaseleration rata-rata sebesar 1.15 g.

Total gaya yang diterima handel rem selama balapan berlangsungh adalah setara dengan 1.3 Ton, setara berat 7.5 motor MotoGP.


Titik paling menantang:

Tikungan 12 membutuhkan pengereman selama 1.3 detik sejauh 42 meter dengan tekanan ke handel rem sebesar 5.5 lb.

Tikungan 8 (Garage Vert) kurang menantang namun tetap sulit; motor motogp mengurangi lajunya dari 247 kph ke 80 kph hanya dalam 4.4 detik.

rem di motogp


6. Mugello

Panjang sirkuit 5.2 km dengan 9 tikungan kekanan dan 6 kekiri. Trek lurusnya mencapai 1 km yang memberi peluang kepada pembalap untuk mencapai kecepatan 351 km/h, yang tentu saja dibarengi beban yang harus di tanggung komponen pengereman di ujung trek menjelang masuk tikungan.

Sementara itu sisi sirkuit lainnya memiliki tikungan yang tidak terlalu membebani kinerja rem dan hal ini membuat piringan cakram menjadi dingin. Dan menjadi problem tersendiri ketika cakram dan kampas rem menjadi terlalu dingin karena akan mempengaruhi kinerjanya.

Brembo menilai sirkuit Mugello memiliki tingkat kesulitan medium dan mendapat nilai 3 dari skala 1-5. Score yang sama dengan Losail, Circuit of The Americas, Termas de Rio Hondo, and Le Mans.

Penggunaan rem di motogp selama balapan:

Muggello memiliki karakteristik pengereman yang dilakukan pada kecepatan 268 kph dan beberapa sisi sirkuit lainnya terjadi pada 228 kph

10 sesi pengereman terjadi selama total 11 menit sepanjang balapan berlangsung (23 lap)

Deaselerasi rata-rata di GP Mugello setara denan 1.06g dengan gaya tertinggi adalah 1.4-1.5 g dan terendah 0.5-0.7 g

Gaya yang diberikan ke tuas rem selama 40 menit balapan berlangsung adalah setara 5 motor jalanan ukuran medium.


Titik paling menantang:

San Donato (turn 1) dinobatkan sebagai sesi pengereman terberat di Mugello, sedangkan 5 sesi lainnya masuk kategor medium dan empat lainnya hanya sedikit menantang

Memasuki tikungan 1 cukup kompleks bagi pembalap karena kontur jalan yang sedikit menanjak dan pembalap masuk dengan kecepatan penuh di gear 6. Pembalap datang dengan kecepatan 350 kph dan harus turun ke 90 kph dalam 5.6 detik, memberi gaya ke tuas rem sebesar 7 kg, 12 bar tekanan di selang kaliper dan sistem pengereman motogp.

Salah satu pengereman tingkat medium terjadi di tikungan 4 (Materassi) dengan jarak pengereman hanya 146 meter, tekanan pada tuas rem sebesar 5.8 kg dan tekanan pada sistem rem sebesar 10.2 bar.

Scarperia (tikungan 10), Correntaio (12), and Bucine (15) memiliki tingkat kesulitan yang sama, tapi tikungan Casanova-Savelli S-curve (turns six/seven) memberi sensasi berbeda karena kontur menurun menjadi titik potensial untuk melakukan overtaking karena kecepatan berkurang sedikit saja dari 215 km/h ke 130 km/h.

rem di motogp


7. Catalunya Spanyol

Salah satu catatan Brembo yang menarik adalah mengenai data statistik yang didapat pada sirkuit Catalunya Barcelona Spanyol di musim 2016.

Lintasan sepanjang 4,727 meter dengan trek lurus sepanjang 1,047 meter 8 tikungan kekanan dan 5 tikungan kekiri.

Sirkuit Catalunya adalah sirkuit yang sangat teknis yang menuntut banyak dari kinerja rem untuk mampu menahan laju motor secara dramatis.

Trek lurusnya dapat memaksa motor mencapai topspeed hingga 350 km/h, dengan kecepatan yang begitu tinggi membuat rem Brembo harus bekerja keras untuk menahan laju motor saat mulai memasuki tikungan.

Saat memasuki tikungan 1, kecepatan motor biasanya akan turun drastis setelah mencapai top speed 350 km/h kemudian turun hingga 100 km/h untuk masuk tikungan. Pada kondisi ini pembalap melakukan pengereman sekitar 5 detik, memberi beban pada tuas rem sebesar 7 kg dan tekanan pada master rem motogp sebesar 13.3 bar.

Menurut teknisi Brembo. Sirkuit Catalunya masuk kedalam kategori sirkuit yang paling sulit bagi Rem. Jika di skala satu sampai lima, sirkuit ini memperoleh nilai lima pada indeks tingkat kesulitan. Tingkat kesulitan yang sama juga tercatat di sirkuit Motegi dan Sepang.

Penggunaan rem selama lomba:

Catalunya merupakan sirkuit teknikal yang memberikan tugas berat kepada rem, di lima dari 13 tikungan, para pembalap harus mengurangi kecepatn hingga kurang dari 100 kph.

Dengan 10 sesi pengereman per lap, pembalap motogp akan menghabiskan waktu selama 13 menit selama balapan untuk mengurangi kecepatan.

Deseleration rata-rata selama balapan setara dengan 1.14 g, lebih rendah daripada yang dirasakan pembalap Formula disirkuit yang sama

Total gaya yang diterapkan oleh pembalap pada handel rem motogp adalah 1199.75 kg.


Titik paling menantang:

Dari 10 sesi pengereman di sirkuit Catalunya hanya satu yang masuk klasifikasi berat bagi rem, tujuh mauk kategori tingkat kesulitan medium dan dua tingkat kesulitan ringan.

Sesi pengereman paling sulit adalah pada tikungan satu karena di lewati setelah melalui trek lurus yang cukup panjang, 0.8 km. Setelah melalui trek panjang dengan kecepatan lebih dari 339 km/h, pembalap melakukan pengereman selama 5.1 detik, memberi gaya 7.6 kg dan 13.3 bar pada perangkat rem untuk memasuki tikungan dengan kecepatan 90 km/h.

Tikungan 10 paling menantang dengan tingkat kesulitan medium karena motor motogp harus melakukan deaselerasi hingga 199 km/h dalam jarak hnya 222 meter dalam waktu 4.8 detik.

Menyusul kematian pembalap Moto2 Luis Salom saat latihan, layout sirkuit Catalunya dirubah mengikuti layout Formula 1.

rem di motogp


8. TT Assen Belanda

TT Assen telah mengalami perubahan beberapa kali, sekarang sirkuit yang memiliki panjang 4.5 km dan memiliki trek lurus sejauh 487 meter.

Assen memiliki 12 tikungan kekanan dan 6 tikungan kekiri, umumnya masuk kedalam tikungan cepat sehingga kerja rem tidak terlalu berat disini.

Dalam skala 1-5, Assen mendapat nilai dua untuk tingkat kesulitan pada rem.

Penggunaan rem selama balapan:

Assen termasuk sirkuit yang tidak memberikan beban yang berat kepada rem.

10 sesi pengereman dengan total 13 menit waktu pengereman selama balapan berlangsung
Dan rata-rata mengahsilkan deaselerasi sebesar 1.14 g.

Daya yang diterapkan pada tuas rem selama sekitar 40 menit balapan berlangsung adalah 11.5 tones.


Titik paling menantang:

Dari 10 sesi pengereman di Assen, enam masuk skala medium dan empat dikategorikan pengereman ringan.

Pengereman tingkat medium terjadi pada tikungan 6 yang di lewati dengan kecepatan 235 km/h dan pembalap harus menurunkan kecepatannya di 317 km/h dalam 1.8 detik , jarak 141 meter.

rem di motogp


9. Sachsenring

Tercatat sebagai sirkuit terpendek yang hanya memiliki panjang 3.6 km dengan 10 tikungan kekiri dan tiga kekanan dan delapan titik pengereman membutuhkan kinerja rem yang handal mengingat kondisi sirkuit yang membuat sistem pendinginan pada rem menjadi sulit.

Menurut teknisi Brembo, yang bekerja di Tim Motogp, Sachsenring masuk kedalam tingkat kesulitan medium dengan indeks kesulitan nomor tiga dalam skala satu sampai lima.

Penggunaan rem selama lomba:

Tenaga total yang diterapkan para rider terhadap tuas rem yang telah dilengkapi pengaman rem motogp selama GP berlangsung (sekitar 40 menit) adalah setara berat 6 Motogp dalam kondisi Fuel tank. Deselari rata-rata hanya sekitar 1g.


Titik paling menantang:

Dari delapan sesi pengereman, tidak ada yang masuk dalam tipe Hard braking, empat sesi pengereman masuk kedalam tipe medium dan sisanya masuk kedalam pengereman ringan.

Pengereman di tikungan pertama yang membveri tekanan terbesar terhadap rem. Motogp datang dengan kecepatan 285 km/h kemudian mulai masuk tikungan pembalap melakukan pengereman selama 5.4 detik, memberi tekanan pada tuas rem sebesar 6.3 kg tekanan pada rem 11 bar untiuk menurunkna kecepatan dari 285 km/h ke 72 km/h.

Tekanan sama terjadi pada rem di Tikungan 12 dan 13 yaitu sekitar 6 kg tapi dengan kecepatan yang berbeda;  memasuki tikungan 12 para rider dengan kecepatan 285 km/h dan 220 km/h saat di tikungan 13.

Kerja rem paling ringan terjadi pada tikungan dua yang hanya menerima tekanan 1 kg di tuas rem dan tikungan 9 dimana waktu pengereman hanya satu detik

rem di motogp


10. The Austrian MotoGP

The Red Bull Ring in Spielberg menjadi tuan rumah seri ke sepuluh gelaran Motogp dengan panjang trek lurus hanya 626 meter dengan tikungan tajam dan kontur tanah membentuk lereng hingga kemiringan 12 derajat.

Dari catatan Brembo, sirkuit ini mendapat nilai 4 dari skala 1-5 untuk tingkat kesulitan pada rem.

Penggunaan rem selama balapan:

9 tikungan, 5 kekanan menghasilkan catatan pengereman terjadi selama 12 menit selama balapan berlangsung. Rata-rata deaselerasi adalah 1.17 g.


Titik paling menantang:

Dari 7 sesi pengereman yang terjadi, 6 masuk klasifikasi medium dan 1 kategori pengereman ringan.

Titik pengereman paling keras terjadi pada tikungan 2 karena pembalap harus menurunkan kecepatan sebanyak 240 km/h dari 304 km/h ke 64 km/h dalam waktu 5.2 detik dan jarak 250 meter. Menghasilkan tekanan pada sistem rem sebesar 9.7 bar dan temperatur piringan cakram leih dari 600 derajat celsius.

Di tikungan Rauch temperatur piringan cakram menjadi lebih tinggi meskipun sesi pengereman tidak terlalu keras, kecepatan motor hanya turun dari 295 km/h ke 84 km/h. penyebab piringan rem menjadi panas karena hasil cakram belum sempat melakukan pendinginan dari hasil proses pengereman sebelumnya

Final curve di sirkuit red bull membutuhkan pengereman selama 2 detik untuk menurunkan kecepatan dari 174 km.h ke 115 km/h

rem di motogp


11. Brno Ceko

Brno memilik panjang lintasan 5.3 km dan memiliki kontur tanah yang memberi tantangan tersendiri bagi pembalap dan khususnya sistem rem. Brno memiliki sisi trek yang mendaki hingga tujuh derajat dan turunan dengan kemiringan lima derajat.

Menurut penilaian Brembo, Brno mendapat ranking empat dari skala 1-5 untuk tingkat kesulitan.

Penggunaan rem di motogp selama balapan:

Hampir semua tikungan di Brno harus dilalu dengan mengurangi kecepatan untuk masuk tikungan, karenanya tercatat lebih dari 13 menit penggunaan rem selama lomba

Total daya yang di terapkan para pembalap ke tuas rem selama balapan adalah 1179 kg.


Titik paling menantang:

Dari 11 sesi pengereman di Brno, tujuh masuk kategori medium dan empat lainnya dikategorikan “ringan”.

Tikungan satu (Frantisek Stansty), adalah turunan dan lumayan panjang (260 meter), mengharuskan pembalap mengurangi kecepatan dari 309 km/h ke 125 km/h dalam 4.6 detik saja.

Tikungan yang paling menantang di sirkuit Brno adalah tikungan. Pembalap mengerahkan tenaga sebesar 6 kg pada tuas rem, menghasilkan perlambatan 1.5 g, dan kecepatan turun dari 290 km/h ke 107 km/h jarak 233 meter.

Kerja rem teringan terjadi pada tikungan sembilan karena kecepatan motor cukup rendah namun tetap membutuhkan pengereman saat memasuki tikungan.

rem di motogp


12. Sirkuit Silverstone Inggris

Menurut data yang dimiliki Brembo yang memberi dukungan teknologi rem motogp, Siverstone masuk kedalam kategori sirkuit yang memiliki tingkat kesulitan medium. Dari skala satu sampai lima, sirkuit ini mendapat nilai 3 untuk tingkat kesulitan. Termasuk juga Misani dan 8 sirkuit lainnya.

Penggunaan Rem selama balapan:

Terdapat 18 tikungan (10 kekanan, 8 kekiri), motor motoGP melakukan pengereman hanya 11 kali per lap. Berhubung tidak memiliki trek lurus yang cukup panjang, motor motogp hanya mampu menembus top speed 299 km/h disirkuit ini.

Meskipun waktu lap lebih dari dua menit, pembalap menerapkan rem kurang dari 34 detik, yang menghasikkan perlambatan rata-rata sebesar 1.2g. gaya yang diterapkan oleh pembalap pada tuas rem selama GP jumlahnya lebih dari 1050 kg. Setara dengan 6.000 album The Beatles.


Titik paling menantang:

Dari sebelas seksi pengereman, tidak ada yang masuk kedalam kategori Hard. Tujuh diantaranya memiliki tingkat kesilutanmedium dan empat lagi masuk kategori ringan.

rem di motogp


13. San Marino Sirkuit Misano 

Sirkuit dengan panjang 4.1 km searah jarum jam memiliki 16 tikungan dengan 10 kekanan dan 6 kekiri. Tingkat kesulitan rem di sirkuit ini asuk kedalam kelas medium dengan deseleration rata-rata antara 0.8 dan 1.4g.

Jika dikala satu sampai lima, sirkuit ini mendapat nilai 3 untuk tingkat kesulitan sama dengan silverstone.

Penggunaan rem selama balapan:

10 dari 16 tikungan di Misano membutuhkan deselaresi dan menghasilkan catatan waktu penggunaan rem rata-rata di sirkuit ini adalah 12 menit.

Deseleration rata-rata di sirkuit Misano dimana motor motogp mampu menembus 300 km/h, 1.17g.

Jumlah tekanan yang diterima tuas rem selama balapan setara dengan 1.35tonnes, setara 7,000 sandwich.


Titik paling menantang:

Dari 10 titik pengereman, tidak ada yang cukup, menantang bagi rem Brembo. Enam masuk kategori medium dan 4 sisanya, ringan.

Quercia Curve (turn delapan) dengan jalur sedikit menurun menjadi titik pengereman terpanjang dan tersulit di Misano. Pengereman sepanjang 246 meter setara 123 Gokarts yang diparkir berbaris. Dalam lima detik dengan beban 15.2 pada tuas rem membuat motor motoGp mengalami deselerasi dari 291-75 km/h.

Tramonto Curve (turn 10) cukup berat bagi pembalap dan rem karena motor akan mengalami perlamnbatan dari 238 ke 75 km/h dalam 4.6 detik hanya dalam 194 meter.

Seksi pengereman terlama terjadi pada turn 13, dimana pembalap melakukan pengereman hingga 300 meter menerapkan tekanan sebesar 3.7 kg ke tuas rem

Misano Curve (turn 16) berupa lereng menurun, hasil catatan terbaik dari para pembalap adalah jarak pengereman yang hanya 100 meter dengan tekanan ke tuas rem sebesar 63 kg.

rem di motogp


14. Aragon

Sirkuit yang diarsiteki Hermann Tilke berkolaborasi dengan pempalap F1 Pedro De La Rosa ini memiliki panjang 3.154 miles atau 5,078 m, 23 laps, dengan dua buah trek lurus.

Dari sudut pandang Brembo, sirkuit ini memberikan tantangan tersendiri dimana komponen rem tidak memiliki waktu banyak untuk mendinginkan diri khususnya setelah tikungan satu-15 dari 16 tikungan yang ada.

Pengereman yang cukup intens dengan tantangan pada sektor pendinginan membuat Aragon mendapat point 4 dari skala 1-5 untuk indeks tingkat kesulitan.

Penggunaan rem selama balapan:

Pembalap motogp menggunakan rem sebanyak 11 kali per lap, Perangkat rem bekerja hingga 31 detik per lap, Total beban yang ditanggung tuas rem selama balapan adalah 587 kg.


Titik paling menantang:

Dari 11 sesi pengereman selam a balapan di Aragon hanya satu yang tercatat palin menantang . 6 masuk kategori medium dan empat termasuk ringan.

Tikungan pertama dalah yang paling berat bagi pernagkat rem karena motor harus melambat hingga 210 kph dari 289 ke 88 kph dalam jarak 244 meter. Pembalap membebani hingga 7 kg pada tuas rem dan mengalami gaya deaselerasi sebesar 1.5g

Pengereman di tikungan 16 tikungan kedua menjelang finish juga cukup memberi tekanan pada rem . kecepatan motogp harus turun dari 337 ke 144 kph dalam 4 detik dengan jarak 264 meter.

Tikungan 12 menjadi sesi pengereman terlama di Aragon, 4,7 detik untuk mengurangi kecepatan dari 262 ke 96 kph.

Tanjakan di tikungan tiga membutuhkan pengereman cukup singkat, 1.7 detik dengan tekanan 3.7 kg dan penurunan kecepatan sebanyak 56 kph membuat motor mengalami perlambtan dari 205 ke 149 kph.

Itulah beberapa catatan Brembo di MotoGP dari 16 seri balapan Motogp dalam satu Musim ajang paling bergengsi di kelas Balap Motor, Semoga bermanfaat.

rem di motogp


15. Twin Ring Motegi Jepang

Nama Twin Ring Montegi merupakan kombinasi dari kata berbahasa inggris “Twin” dan “Ring” dari bahasa German, yang mempresentasikan dua tipe trek: an oval and a road circuit.

Sirkuit ini memang dianggap yang paling menantang untuk komponen rem karena jumlah tikungan yang harus dilalui dengan gear rendah dan sulitnya perangkat rem mendapatkan pasokan udara untuk pendinginan.

Permukaan aspal yang cukup baik meningkatkan daya pengereman yang juga berdampak peda beban rem yang semakin besar. Untuk itu FIM mengenjurkan penggunaan piringan cakram berukuran 340 mm di sirkuit Montegi ini.

Penggunaan rem selama balapan:

11 dari 14 tikungan memerlukan penggunaan rem, hasilnya, rata-rata penggunaan rem setiap lap nya adalah selama 33 detik.

Dari star hingga finish, setiap pembalap menggunakan rem lebih dari 13 menit

7 tikungan di lewati dengan kecepatan dibawah 99 kph, mencatakan nilai rata-rata deaselerasi mencapai 1.17 g.

Total dari daya yang diterima oleh tuas rem selama balapan adalah 1.2 tones setara dengan 25  robot ASIMO.


Titik paling menantang:

Dari 11 sesi pengereman di Twin Ring Montegi, hanya satu yang dianggap paling menantang untuk rem, enam lainnya masuk kategori medium dan empat lagi di anggap ringan.

Di kategori medium, tikungan 5 mencatatkan 6 kg tekanan yang diterima tuas rem. Tikungan satu membuat pembalap melakukan pengereman selama 4.6 detik dalam jarak 225 meter.

Motor motogp mengerem tiga kali dalam jarak kurang dari 50 meter: tikungan 6 (199 kph ke 181 kph, jarak 50 meter); tikungan 8 (131 kph ke 111kph jarak 40 meter); tikungan 12 (166 kph ke 143 kph jarak 39 meter).

Tikungan 90 derajat di turn satu menjadi pengereman yang terberat bagi sistem rem, pembalap menerapkan gaya 7 kg pada tuas rem. Setelah mencapai kecepatan 310 km/h, pembalap menarik tuas rem selama 4.9 detik untuk memasuki tikungan pada kecepatan 82 km/h.

rem di motogp


16. Philip Island Australia

Philip Island terletak di 140 km dari kota Melborne, letak geografis yang mempengaruhi cuaca lintasan menjadi cukup panas membuat piringan cakram membutuhkan cover pelindung untuk menjaga suhu kerja rem yang optimal.

Penggunaan rem selama lomba:

Trek sepanjang 4,448 meter dilengkapi 12 tikungan, tercatat 8 kali sesi pengereman terjadi, dengan total 21 detik per lap. Temperatur yang dingin dari hembusan angin pantai meminimalisir resiko overheating pada perangkat rem.

Deaselerasi rata-rata di sirkuit ini adalah 1.12 g. total tekanan pada tuas rem adalah sebesar 900 kg.


Titik paling menantang:


Ari 8 sesi pengereman 6 diantaranya masuk kategori medium, dan 2 masuk kategori ringan.

Tikungan 4 memberi tekanan ke sistem pengereman sebesar 10.1 bar dimana pembalap memmberi tekanan sebesar 5.8 kg di tuas rem. Lama pengereman adalah 4.2 detik dan menghasilkan deselerasi sebesar 1.2 g.

Tikungan satu memiliki panjang 237 meter memberi banyak ruang untuk pengereman. Pembalap mencapai kecepatan 344 km/h di trek lurus sepanjang 900 meter sebelum tikungan. Menghasilkan deselerasi  sebesar 1.5 g dan lama pengereman 3.2 detik dengan tekanan di tuas rem hanya 4.2 kg.

Tikungan 3 hanya terjadi sedikit sentuhan pada tuas rem, sekitar 0.8 detik dengan gaya tekan hanya 1 kg.

rem di motogp


17. Sepang Malaysia

3.44 miles, Sepang menjadi trek terpanjang dalam jadwal Motogp, dan memberi tantangan tersendiri terhadap rem terkait kondisi cuaca khas tropis, banyaknya titik pengereman, dan waktu pengereman. Tahun lalu tercatat teperatur udara di Sepang 95 derajat Fahrenheit, dan temperatur aspal 116 F.

Menurut catatan Brembo, Sepang memperoleh point lima dari skala 1-5 untuk nilai tingkat kesulitan untuk rem. Nilai yang sama dengan sirkuit Twin Ring Montegi dan Catalunya.

Penggunaan rem selama balapan:

15 tikungan membutuhkan pengereman yang, rem bekerja selama 37 detik per lap atau 30 persen dari keseluruhan durasi lomba.

Dari keseluruhan proses pengereman yang terjadi selama lomba, tuas rem menerima gaya hingga 1.1 tones


Titik paling menantang:

Dari 11 titik pengereman di Sepang, hanya dua yang dinilai paling menantang, dua lainnya medium dan sisanya memiliki tingkat kesulitan ringan.

Tikungan satu yang paling menantang, tikungan ini dilewati dengan kecepatan 66 kph setelah melalui proses pengereman selama 6 detik pada kecepatan 330 kph. pembalap memberi beban pada tuas rem sebesar 7 kg dan mengalami perlambatan sebesar 1.5 g dalam jarak 288 meter.

Pengereman terberat selanjutnya adalah pada turn 15 yang diikuti trek lurus Penang. Motor Motogp melaju dengan kecepatan 310 km/h dan mengerem ke 67 km/h dalam 5.5 detik dengan memberi tekanan 7.2 kg pada tuas rem. Jarak pengereman adalah 260 meter.

Jarak pengereman untuk tikungan dua hanya 33 meter, pembalap masuk di posisi gear 2 dengan kecepatan 87 kph lalu turun ke gear satu membuat motor melambat ke 61 kph.

rem di motogp


18. Circuit Ricardo Tormo Valencia

Sirkuit Valencia memiliki panjang sekitar 4.005 km, conter-clockwise. Sirkuit ini memiliki jarak tikungan yang rapat dengan trek lurus yang tidak terlalu panjang yang memaksa motor lebih sering berlari dengan gigi rendah.

Karena itu tidak mengejutkan jika sirkuit ini  memiliki kecepatan rata-rata hanya 157 km/h dengan Top speed 335.9 km/h.

Menurut catatn Brembo, Valencia memberikan tingkat kesulitan standar untuk komponen pengereman dan mendapat nilai tiga untuk skala satu sampai lima. Dibanding tiga sirkuit lainnya yang berada di Spanyol Jerez, Catalunya, and Motorland Aragon—dinilai lebih sulit daripada Gran Premio de la Comunitat Valencia.

Penggunaan rem selama balapan:

Trek lurus yang pendek, hanya 0.5 mile tidak memberi kesempatan yang cukup bagi perangkat rem untuk terjadinya proses pendinginan. Sementara itu penggunaan rem lebih dari 29 detik per lap, berarti 31 persen dari total balapan berlangsung.


Titik paling menantang:

Pada tikungan pertama, dilakukan pengereman selama 4.3 detik untuk memasuki tikungan dengan kecepatan 128 km/h dari kecepatan puncak 330 kph. pembalap memberi gaya tekan pada tuas rem sebesar 5.4 kg dengan jarak pengereman 260 meter.

Tikungan lima dilalui dengan jarak pengereman 67 meter dengan menyentuh tuas rem hanya dalam 1.9 detik memaksa motor menurunkan kecepatan dari 148 ke 93 kph.

Pembalap mengerahkan kekuatan lebih besar di tikungan 12, dimana beban pada tuas rem adalah 6.3 kg dengan durasi pengereman selama 2.4 detik untuk menurunkan kecepatan dari 265-119 kph dalam jarak 112 meter.

rem di motogp


Itulah sedikit catatan Brembo di ajang Motogp, semoga bermanfaat.

Sumber: www.brembo.com

Silakan tinggalkan komentar anda.

Click to comment