Fungsi Power Steering Mobil beserta Jenis nya

Power Steering bisa menjadi nilai tambah bagi sebuah mobil untuk menghemat tenaga supir saat memutar roda kemudi untuk mengoreksi arah kendaraan.

Power Steering biasanya hanya akan bekerja di kecepatan rendah, karena di saat seperti ini, roda kemudi akan sangat berat di putar karena beban mobil bertumpu maksimal ke roda.

Sehingga dibutuhkan bantuan tenaga Power Steering untuk merubah arah roda.

Tapi pada kecepatan tinggi Power Steering tidak di perlukan, karena saat mobil berjalan pada kecepatan tertentu maka setir akan lebih mudah/ringan saat di putar.

Jadi Power Steering hanya di butuhkan dan bekerja saat mobil berhenti/berjalan pelan, semakin tinggi laju mobil maka kerja power steering semakin berkurang dan pada kecepatan tertentu, power steering akan non-aktif.

Kenapa bisa begitu, karena pada kecepatan tinggi, filling pengemudi terhadap roda dan setir harus dalam kondisi real time dan roda harus benar-benar stabil.

Jika power steering tetap aktif maka malah akan sangat berbahaya, karena setir akan sangat ringan, gerakan sedikit saja akan membuat roda berubah arah dan mobil oleng.

Pada kecepatan tinggi, ini akan sangat berbahaya dan berpotensi membuat mobil terguling. Oleh karena itu, pada kecepatan tinggi, pergerakan roda harus bisa dirasakan pengemudi dari Setir.

Fungsi Power Steering Mobil

Dalam penerapannya pada mobil, terdapat dua type ppower steering yang umum digunakan yaitu Type Hidrolis dan Elektrik (EPS/Elektric Power Steering).

Power Steering Type Hydrolis lebih banyak digunakan pada mobil karena jenis ini relatif lebih murah dibanding type elektrik.

Kelemahan dari Power steering Type Hidrolis adalah saat mobil mogok maka power steering tidak akan bekerja karena Pompa oli power steering berputar bersamaan dengan putaran mesin.

Sedangkan Electric Power Steering relatif lebih bersih dan bebas dari kebocoran oli, tidak membebani mesin, bisa bekerja meskipun mesin dalam kondisi mati. Ini dimungkinkan karena Power steering elektrik mengandalkan Aki.

Namun karena bergantung dengan aki maka ketika aki Soak maka kemampuan power steering pun berkurang.

Dilain sisi, posisi dinamo penggerak rack pinion yang berada di bawah, sangat rentan terkena air dan jika kondisi seal kurang baik maka bisa berakibat konslet.

Selain dua jenis Power Steering diatas, ada lagi satu type Power Steering yang menggabungkan teknologi PS Hidrolis dan PS Electrik.

PS Hybrid, bekerja dengan menggunakan Fluida layaknya PS Hidrolis tapi penggerak fluidanya menggunakan motor Listrik. Jika di PS Hidrolis, seperti kita ketahui Pompa Power Steeringnya di putar oleh mesin.

Jadi secara sistem konstruksi, hampir mirip dengan PS Hidrolis hanya saja motor penggeraknya menggunakan AKI bukan Mesin sehingga tidak membebani mesin.
.

Silakan tinggalkan komentar anda.

Click to comment