Penyebab Tuas Kopling Motor Keras dan Cara Mengatasinya

Menaiki motor manual masih terkesan laki banget. Hal ini bukan tanpa sebab, power yang responsif menjadi salah satu daya tarik motor berkopling manual.

Kopling manual bisa lebih responsif karena perpindahan gigi dan transfer daya mesin keroda bisa dikendalikan dan di atur oleh pengendara.

Kopling dalam hal ini, berguna sebagai pemutus dan penghubung daya mesin ke roda dikendalikan sepenuhnya oleh pengemudi.

Sedangkan secara konstruksi, mekanisme kopling manual memiliki efisiensi transfer daya yang lebih tinggi dengan tingkat powerloss yang paling rendah di banding jenis kopling lain.

Pada pengoperasiannya, Kopling manual dikendalikan melalui Tuas yang terhubung ke handel di stang sebelah kiri motor.

Nah Adakalanya tuas koping ini terasa keras atau berat ketika di tarik yang tentu saja mengganggu kenyamanan berkendara.

Ada beberapa penyebab kenapa Tuas Kopling motor keras antara lain sebagai berikut :

1. Kabel kopling terjepit

Kopling motor saat ini umumnya masih menggunakan kabel sling untuk menghubungkan tuas kopling di setri dan tuas pengunkit di mesin.

Kabel sling ini menjalar dari stang menuju mesin melewati komstir dan sela-sela kabel sistem kelistrikan dan komponen motor lainnya.

Karena kondisinya tersebut, otomatis kabel kopling harus meliuk-liuk menyesuaikan jalurnya yang di beberapa titik harus diikat dengan kabel ties agar posisinya tidak berubah.

Ketika jalur kabel kopling berubah karena ikatan kabel tiesnya putus maka kabel kopling bisa terjepit oleh chassis dan pembatas gerak stir. Akibatnya terikan kopling menjadi berat karena selonsong kabel kopling penyet dan menjepit kabel kopling.


2. Kabel kopling berkarat

Kabel kopling bisa berkarat akibat air dan kotoran yang menyusup masuk ke sela-sela kabel kopling. Karat ini akan mengganggu gerakan maju mundur kabel kopling terhadap selongsongnya.

Akibatnya tarikan kopling akan keras dan terasa berat sehingga respon mobil menjadi menurun.


3. Engsel Tuas kopling kotor

Kopling keras bisa juga disebabkan oleh engsel tuas kopling yang kotor atau berkerak, gerakannya tidak bebas dan tidak mulus sebagaimana mestinya.


4. Spesifikasi pegas tidak sesuai

Kopling bisa keras juga terjadi akibat pergantian pegas kopling yang tidak sesuai. Tak jarang pengguna motor ingin meningkatkan kemampuan kerja kopling dengan mengganti pegas kopling dengan yang lebih panjang atau yang koefisien elastisitas yang lebih keras.

Langkah ini membawa harapan agar tekanan pegas terhadap plat dan kampas kopling akan maksimal sehingga meminimalisir selip dan power loss dari mesin.

Dampaknya tentu pada tenaga yang harus dikeluarkan untuk menarik tuas kopling di handle motor.

Modifikasi gaya racing seperti ini memang memiliki konsekoensi yang harus di tanggung. Jika untuk keperluan balap mungkin masih bisa di perjuangkan.

Tapi kalau untuk keperluan sehari-hari sebaiknya memang di pertimbangkan matang-matang ketika ingin memgganti pegas dengan type racing yang notabene lebih keras di banding pegas standart, agar tidak cepat lelah ketika berkendara apalagi kalau kondisi jalan macet.

Penyebab Tuas Kopling Motor Keras dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Mengatasi Kopling motor yang Berat ?

Untuk mengatasi kopling motor yang berat tentu disesuaikan dengan hal-hal yang menjadi penyebab kenapa kopling motor tarikannya berat.

1. Periksa jalur kabel kopling, apakah ada yang terjepit, jika iya maka anda perlu mempebaiki jalurnya. Namun perhatikan apakah bodi selongsong kabel kopling ada yang gepeng akibat terjepit, jika iya maka perlu diperbaiki atau di ganti sekalian.

2. Jika kopling keras karena kotor dan kering, maka bisa diatasi dengan membersihkannya menggunakan cairan penetran seperti WD40 atau merendam kabel kopling ke cairan bensin sambil di hempaskan kelantai (seperti Pecut) agar kotoran yang terselip dalam selonsong kabel bisa rontok dan keluar. Setelah bersih lumasi dengan Oli.

3. Jika permasalahn kopling keras berasal dari tuas kopling maka proses perbaikannya akan mudah, cukup bersihkan dan lumasi engsel tuas kopling agar dapat bergerak bebas.

4. Kalau penyebab kopling menjadi keras karena mengganti pegas kopling dengan type racing maka anda perlu menggantinya dengan pegas standart atau mungkin pertimbangkan opsi untuk rubah ke sistem penggerak hidrolis pengganti kabel kopling.


Itulah yang bisa disampaikan terkait penyebab kopling keras dan cara mengatasinya. Semoga bisa bermanfaat.

Silakan tinggalkan komentar anda.

Click to comment