Pertimbangan mengganti SHOCKBREAKER dengan yang BARU atau MEREKONDISI yang lama

Suspensi adalah perangkat peredam kejut untuk menjaga kestabilan mobil dan memberi kenyamanan kepada pengemudi dan penumpang.

Seiring masa pakai dan jarak tempuh, maka komponen suspensi pun akan mengalami kerusakan.

Salah satu kerusakan terjadi pada Shock Absorber atau biasa dikenal dengan sebutan shock breaker.

Shockbreker umumnya mengalami masalah seperti kebocoran pada seal, macet, atau as bengkok.

Shock yang rusak bisa mempengaruhi handling, mengganggu kenyamanan serta menimbulkan suara berisik.

Kalau sudah begini, opsi mengganti dengan yang baru atau merekondisi shock lama menjadi suatu dilema.

Untuk membantu anda memutuskan pilihan terbaik, berikut ini pertimbangan masing-masing pilihan antara pilih Beli baru atau Rekondisi yang lama.

Shockbreaker baru

Mengganti Shokbreaker baru menjadi pilihan perbaikan yang paling diharapkan baik oleh konsumen ataupun bagi produsen.

Memilih Shocbreaker baru tentu memiliki kelebihan dan kekurangan diantaranya :

Keuntungan mengganti dengan yang baru

1. Praktis
Mengganti baru tentu lebih praktis, Prosesnya cepat, langsung pasang. Bisa di kerjakan sendiri atau pakai jasa bengkel.

2. Pasti Bekerja Baik
Efek penggantian shockbreaker pasti langsung terasa dan optimal. Karena shock pengganti memang dibuat dengan spesifikasi yang sesuai dengan standart mobil.

Mungkin perlu penyesuaian selama 4-5 Kilometer, namun selebihnya suspensi akan bekerja sebagaimana mestinya.

3. Garansi
Perangkat shocbreaker original biasanya mendapat garansi apalagi kalau beli dan pasang di BERES. Kalau beli di toko sparepart biasanya garansi 1 minggu atau 1 bulan. Jadi lebih tenang jika shockbreaker tidak bekerja sebagaimana mestinya.


Kekurangan mengganti dengan baru

1. Harga
Mahal, satu-satunya kendala mengganti shockbreaker dengan yang baru adalah harganya yang mahal. Memang shockbreker baru bisanya ada pilhan rentang kualitas, mau yang asli, KW1, KW2, atau KW3 dengan harga yang beragam pula.


Shocbreaker Rekondisi

Ketika dana di kantong tidak memadai untuk membeli shockbreaker baru dan pilihan shock KW tidak masuk dalam logika. Maka merekondisi shock yadalah sebuah pilihan.

Merekondisi shock juga memiliki kelebihan dan kekurangan diantaranya :

Keuntungan merekondisi shockbreaker

1. Murah
Merekondisi shockbreaker jelas lebih murah dari pada beli baru.

2. Bisa Request
Tingkat kemampuan redam bisa di request sesuai kebutuhan apakah ingin dibuat keras atau empuk. Nanti teknisinya akan menyeting shock dengan tingkat redaman sesuai pesanan.

3. Garansi
Shock rekondisi biasanya juga memberi garansi, biasanya garansi diberikan hingga 1 tahun dengan gratis biaya perbaikan.


Kekurangan merekondisi Shockbreker

1. Lama
Proses lama, perlu menunggu pengerjaan shock, tapi untuk mobil dengan populasi yang cukup banyak, mungkin ada shock rekondisi yang ready stock jadi anda hanya tinggal tukar tambah saja kalau mau.

Tapi judulnya bukan merekondisi lagi, melainkan Tukar-Tambah.

2. Repot
Jika ternyata shock yang direkondisi tidak sesuai harapan maka terpaksa harus balik lagi untuk klaim garansi.

Meskipun hal ini jarang terjadi, tapi bisa saja terjadi karena “mood” orang kerja kadang berubah-ubah.

Jadi kalau pas kena apes, anda pelu bolak-balik bengkel hanya untuk klaim garansi shockbreker.

3. Tidak semua bisa
Tidak semua shock breaker bisa di rekondisi. Untuk shock yang mengalami kerusakan pada Ss yang bengkok atau baret biasanya tidak bisa di rekondisi atau meskipun bisa, biayanya hampir sama dengan shock baru. Hanya shock mati atau bocor yang masih bisa di rekondisi.

4. Ketahanan
Daya tahan tidak terlalu baik, tergantung pengerjaannya, kalau yang berpengalaman dan teknisinya lagi mood, bisa tahan lebih dari setahun (tergantung pemakaian juga).

shockbreker,skok,shock absorber otonao

Itulah opsi yang bisa anda ambil ketika menemukan masalah pada shockbreker. Anda bisa mengambil cara cepat dengan membeli baru, tinggal lepas yang lama ganti baru, beres.

Atau pilih yang murah tapi perlu sabar menunggu proses rekondisi yang biasanya memakan waktu minimal 1 jam tergantung ramai tidak nya bengkel tempat perbaikan shock yang anda datangi.

Yang perlu diingat ketika merekondisi shockbreker, cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai bengkel yang menawarkan jasa rekondisi shock ditdaerah anda.

Kalau bisa, cari yang tempatnya paling dekat dengan rumah atau kantor anda agar lebih mudah saja saat klaim garansi.

Misalnya jika anda merasa tidak cocok dengan shockbreker hasil rekondisi atau tiba-tiba shock rekondisi bermasalah, anda tidak perlu jauh-jauh untuk melakukan klaim.

Kalau misal seandainya jauh, terus terppaksa harus klaim garansi sampai 2-3 kali bisa repot juga, mending beli shock baru.

Lagipula biasanya yang digaransi shocknya, untuk urusan lepas dan pasang shock dari mobil, tidak masuk dalam garansi.

Itulah mengapa di BERES tidak menganjurkan untuk menggunakan part rekondisi khususnya shockbreker, karena selain terkait Quality Control juga untuk mencegah kemungkinan konsumen harus bolak-balik bengkel karena shock rekondisinya bermasalah.

Kalau memilih shockbreker baru urusannya lebih gampang, tinggal pergi ke Toko onderdil beli Shock baru yang Ori atau yang KW, tapi KW-nya jangan kebanyakan, KW 1 lah.

Atau ke Bengkel Resmi kalau ada duit lebih dan minta ganti shockbreker, maka langsung dilayani dengan SOP yang sudah di standarisasi.

Kalau sudah selesai ganti shocbreker, jangan lupa minta yang lama untuk dibawa pulang, buat jaga-jaga siapa tau nanti pengen coba-coba merekondisinya untuk menghemat biaya perawatan mobil berikutnya.

Yang terpenting, Jika mengganti shock breaker sebaiknya satu pasang (kiri dan kanan) agar mobil tidak limbung karena perbedaan kemampuan redaman shock tidak imbang.


Shockbreker memiliki tugas berat menanggung beban mobil beserta penumpang dan barang sepanjang hidupnya.

Tapi daya tahan sebuah shockbreker bisa berbeda-beda pada tiap kendaraan tergantung pada medan yang dihadapinya setiap hari.

Untuk kendaraan yang hidup didalam kota, mungkin masa hidup sebuah shock bisa lebih dari 2 tahun.

Sedangkan untuk mobil yang sehari-harinya berjalan di lintasan pedesaan atau jalan yang penuh lubang dan berbatu, mungkin umurnya tidak akan sampai dua tahun.

Apalagi kalau mobil sering dipakai mengangkut barang berat, plus jalan rusak maka shockbreker akan cepat rusak.

Baca juga :

Agar shockbreaker mobil bisa lebih awet, hindari membawa barang melebihi tonase maksimum yang diijinkan. Kemudian saat melewati jalan berlubang atau rusak melajulah dengan kecepatan rendah.

Silakan tinggalkan komentar anda.

Click to comment