Jadwal baru MotoGP 2020

Menyusul wabah virus corona yang mulai mengkhawatirkan dan banyak Negara yang membatasi kunjungan warga asing untuk meminimalisir dan mencegah masuknya wabah virus corona ke suatu Negara.

Hal ini juga mempengaruhi gelaran Motogp yang harus menyesuaikan dengan kondisi dunia yang sedang waspada corona.

Jadwal baru Motogp 2020 akan bermain di daratan Eropa terlebih dahulu yang agak jauh dari sumber virus corona yaitu di Cina.

Jadwal motogp 2020 berubah menjadi jadwal baru MotoGP 2020 berikut ini.

1. GP QATAR, 08 Maret
2. GP SPANYOL, 03 Mei
3. GP PRANCIS, 17 Mei
4. GP ITALIA 31, Mei
5. GP CATALUNYA, 07 Juni
6. GP JERMAN, 21 Juni
7. GP BELANDA, 28 Juni
8. GP FINLANDIA, 12 Juli
9. GP CEKO, 09 Agustus
10. GP AUSTRIA, 16 Agustus
11. GP INGGRIS, 30 Agustus
12. GP SAN MARINO, 13 September
13. GP ARAGON, 27 September
14. GP THAILAND, 04 Oktober
15. GP JEPANG, 18 Oktober
16. AUSTRALIA, 25 Oktober
17. GP MALAYSIA, 01 November
18. GP AMERIKA, 05 November
19. GP ARGENTINA, 19 November
20. GP VALENCIA, 15 November


Musim Motogp 2020 tetap akan dimulai di Qatar namun hanya kelas Moto2 dan Moto3 saja yang akan balapan disana. Hal ini berhubungan dengan kebijakan pemerintah Qatar terkait travel restriction untuk mencegah masuknya virua corona ke Qatar.

GP Thailand yang seharusnya menjadi seri kedua, bergeser ke urutan 14.

Dan bulan November akan menjadi yang paling berat bagi tim karena mereka akan menjalani balapan 4 seri terakhir setiap minggu.

Mengapa Motogp tidak digelar di Qatar??

Ini karena tim MotoGp belum datang ke Qatar sebelum kebijakan travel rwatriction di keluarkan. Sedangkan para tim Moto2 dan Moto3 sudah berada di Qatar untuk melakukan test dan latihan sebelum kebijakan di keluarkan.

Jika tim motoGp "memaksa" datang kek Qatar, maka mereka wajib menjalani proses karantina sesuai standart pencegahan corona dari WHO (World Health Organitation).

Wabah corona telah banyak mempengaruhi kehidupan dunia. Semoga bencana ini dapat segera berakhir dan dapat segera ditemukan vaksin untuk mangatasi virus corona.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter