Mengapa Katup Hisap lebih besar dari pada Buang

Katup merupakan bagian mesin motor yang mengatur aliran Gas yang masuk dan keluar dari dan ke ruang bakar. Pada mesin Pembakaran Dalam khususnya mesin 4Tak, keluar masuknya aliran udara segar dan Gas sisa pembakaran di atur oleh katup berbentuk seperti jamur (poppet valve).

Jika diperhatikan, terdapat perbedaan ukuran diameter antara saluran masuk dan keluar pada mesin 4Tak. Dimana katup hisap memiliki diameter yang lebih besar dibanding katup buang.

Hal ini bertujuan untuk mencegah Knocking dan Penyalaan Dini, dan juga untuk memastikan agar ruang bakar bisa lebih bersih karena kandungan gas udara yang masuk ke ruang bakar juga berfungsi membilas ruang bakar dari sisa pembakaran untuk proses pembakaran selanjutnya.

Selain itu alasan mengapa katup buang lebih kecil daripada katup hisap adalah karena untuk mencegah perubahan struktur dan bentuk katup. Karena semakin lebar ukuran komponen maka semakin mudah memuai.

Kita ketahui bersama bahwa katup buang menjadi saluran keluarnya gas sisa pembakaran yang memiliki panas yang tinggi. Bisa dikatakan, katup buang adalah komponen paling panas di mesin. Jika ukuran katup buang dibuat besar maka ia mudah memuai kemudian berubah bentuk yang akhirnya dapat mengganggu kinerja mesin.

Lagi pula Gas buang yang panas dan bertekanan tinggi lebih mudah terdorong keluar karena di bantu gerakan piston dari TMB (titik mati bawah) ke TMA (titik mati atas), jadi tidak akan kesulitan menerobos keluar melalui saluran buang.

Sedangkan saluran inlet hanya mengandalkan perbedaan tekanan atmosfer dengan bantuan gerakan piston dari TMA ke TMB yang seperti menghisap membuat ruang bakar menjadi vakum sehingga udara dapat mengalir masuk ke ruang bakar.

Untuk memaksimalkan aliran bahan bakar dan udara maka katup hisap dibuat lebih besar. Pada beberapa mesin yang membutuhkan performa tinggi, ditambahkan perangkat supercharger atau turbocharger untuk memaksilmakan aliran suplai udara segar keruang bakar.

Baca juga Tentang Turbocharger dan Supercharger

Tujuan lain katup hisap dibuat lebih besar agar aliran udara dan bahan bakar lebih mudah masuk keruang bakar selain untuk keperluan membantu proses pembilasan ruang bakar agar lebih bersih dari sisa-sisa pembakaran juga berguna untuk menurunkan suhu ruang bakar agar ideal dan siap untuk proses pembakaran selanjutnya.

Mengapa Katup Hisap lebih besar dari pada Buang

Dalam proses kerja mesin, terdapat kondisi dimana katup buang dan katup hisap sama-sama terbuka (valve overlap) beberapa saat pada akhir langkah buang dan awal langkah hisap dimulai, hal ini memberi kesempatan sisa gas buang terdorong keluar oleh masuknya campuran bahan bakar dan udara melalui saluran hisap (pembilasan). Dan ruang bakar bersih dari sisa-sisa pembakaran sehingga proses pembakaran selanjutnya bisa maksimal.

Selain perubahan ukuran katup, pengaturan kerenggangan celah katup pun di buat berbeda. Pada katup buang biasanya memiliki ukuran celah katup yang lebih renggang dibanding katup hisap, hal ini dikarenakan katup buang menerima panas yang lebih besar sehingga tingkat pemuaiannya lebih tinggi.

Meskipun begitu, tidak semua mesin kendaraan menerapkan perbedaan setelan celah katup. Beberapa mengantisipasi pemuaian berlebih pada katup buang dengan menggunakan komposisi material yang tahan panas agar tingkat pemuaiannya dapat di tekan.

Kerenggangan celah katup dapat diukur dengan menggunakan bantuan alat yang bernama Feeler Gauge.

Baca juga : Katup berbentuk bulat

Demikianlah sekiranya yang dapat disampaikan terkait mengapa katup hisap lebih besar dari pada katup buang. Bila ada yang perlu ditambahkan, jangan ragu untuk menyampaikannya melalui kolom komentar. Semoga bermanfaat.

Please Share Artikel "Mengapa Katup Hisap lebih besar dari pada Buang" ini :)

5 Responses to "Mengapa Katup Hisap lebih besar dari pada Buang"

  1. penyetelan katup isap lebih rapat jg brfungsi untuk menekan katup trbuka lbih renggang

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks tambahan infonya gan.
      selain alasan yang agan sampaikan, biasanya setelan celah katup buang di atur lebih renggang dari pada katup isap karena tingkat pemuaian katup buang lebih besar akibat panas sisa pembakaran yang melewatinya.

      dibeberapa kendaraan tipe terbaru, katup buang di buat dengan bahan yang lebih tahan panas dan tidak mudah memuai, sehingga setelan kerenggangan celah katup bisa dibuat sama dengan katup isap. (Cmiiw)

      Delete
  2. mohon penjelasan..
    mengapa pada semua buku manual mesin mobil...tertulis besar celah katup atau standar penyeletelan celah katup, lebih besar saat mesin panas dibanding saat mesin dingin.
    artinya celah katup pada saat mesin panas tidak semakin rapat tetapi semakin renggang.
    Mohon pencerahan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. pertanyaan yang sangat bagus sekali :)

      pada saat mesin panas, komponen mesin sedang pada kondisi memuai, tidak hanya pada perangkat katup namun juga termasuk rocker arm, nokem as, head silinder dll. oleh karena itu pada penyetelan katup saat kondisi panas di buat lebih renggang untuk mengantisipasi ketika mesin dingin dan komponen mesin 'menciut' ke bentuk aslinya, pelatuk tetap memiliki celah aman dengan katup.

      perlu di ketahui bahwasanya setiap komponen mesin dibuat dengan campuran material yang berbeda sehingga tingkat pemuaiannya pun berbeda. saat mesin dihidupkan, tidak semua komponen langsung memuai. ada beberapa komponen yang akan lebih dulu memuai, contohnya katup karena lebih dekat dengan sumber panas. saat katup memuai, sementara rocker arm (pelatuk) belum memuai karena panas, maka celah katup akan menyempit. seiring meningkatnya suhu mesin maka komponen lain pun ikut memuai secara bertahap termasuk rocker arm tadi sehingga celah katup pun berubah. (CMIIW)

      demikianlah kira-kira penjelasan sederhananya, semoga bisa dipahami.

      Delete
  3. izin bertanya bas kenapa katup ehxt lebih besar dan katup inlet di buat kecil ? dan juga kenapa klep inlet di buat kecil ?

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar anda.