Perbedaan Transverse dan Longitudinal Engine

Ketika kita melihat sebuah acara pameran otomotif dan menemukan mobil yang bagian kap mesinnya terbuka.

Kita akan mendapati sedikit perbedaan arah posisi mesin di chasis, ada yang tampak melintang dan ada yang membujur.

Seketika muncul rasa penasaran dan mulailah bertanya kepada mbak SPG yang biasanya memiliki pengetahuan yang cukup memadai tentang seputaran otomotif atau setidaknya tentang mobil yang di "jaganya".

Dan dengan entengnya dia pun memberi jawaban kalau mobil miliknya pakai Longitudinal Engine sedangkan milik adeknya yang juga tak kalah cantik bak bidadari meggunakan Transverse Engine.

Informasi ini kadang kala membuat timbul rasa penasaran, sebenarnya apa bedanya mesin Transverse dan Mesin Longitudinal, dan sebenarnya transverse dan lungitudinal ini tentang apa?.

Untuk itu mari kita cari tau apakah sebenarnya perbedaan kedua tipe mesin ini. Transverse dan Longitudinal adalah peletakan posisi mesin pada chasis kendaraan.

Mesin Transverse

mesin transverse

Mesin Transverse dikenal juga dengan layout mesin melintang dimana pun dia berada (front engine, mid engine, rear engine), dimana posisi mesin terpasang tegak lurus dengan panjang kendaraan atau arah kendaraan.

Umumnya layout mesin seperti ini lebih banyak di dominasi oleh mesin dengan konfigurasi segaris meskipun ada juga mesin V yang diletakan melintang di chasis.


Keuntungan mesin dengan layout Transverse adalah;

Penyaluran tenaga mesin ke roda dapat langsung dilakukan tanpa harus merubah arah putaran.

Hal ini cukup menguntungkan untuk mendapatkan performa dengan tingkat rugi energi yang rendah.

Ruang mesin pun terlihat lebih kompak dan efisien, dan karena semua bagian mesin menjadi satu kesatuan di bagian depan (Front Engine, Front Wheel Drive) sehingga memberi ruang kosong di area lain dari mobil. Ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan hal lain pada mobil.

Misalnya, dengan tidak adanya poros propeler seperti yang terjadi pada mesin longitudinal Front Engine RWD, maka ruang penumpang bisa lebih luas dengan bagian lantai yang lebih rata,

Dengan kondisi dan konfigurasi mesin yang semuanya berada di bagian depan mobil (FWD), maka traksi maksimum bisa didaptakn oleh road depan sehingga meminimalisir gejala slip saat berakselerasi.


Kekurangan dari layout mesin Transverse adalah;

Karena posisinya melintang, maka kapasitas mesin dan jumlah silinder cukup terbatas. Umumnya mesin dengan layout ini menggunakan mesin segaris 4-6 silinder.

Meskipun ada juga mesin Transverse V6 dan V8, hingga V12 4000 CC milik Lamborghini Miura yang mesinnya diletakan di bagian tengah mobil.

Karena tuntutan kapasitas mesin yang semakin besar maka membuat posisi transmisi sedikit miring ke salah satu sisi mobil. Hal ini membuat panjang poros penggerak yang terhubung ke roda kanan dan kiri memiliki panjang yang tidak sama. Hal ini berpengaruh terhadap torsi yang di berikan kepada masing-masing roda.


Mesin Longitudinal

mesin longitudinal

Layout Mesin dengan posisi memanjang kedepan dimana posisi poros engkolnya sejajar dengan panjang kendaraaan.

Mobil dengan penggerak roda belakang dan posisi mesin didepan biasanya menggunakan layout seperti ini.

Tapi dengan posisi longitudinal, mesin bisa juga diletakan di tengah atau belakang sesuai konfigurasi mobil yang di butuhkan.


Keuntungan dari layout mesin longitudinal adalah;

Pilihan kapasitas mesin dan jumlah silinder bisa lebih fleksibel bahkan memungkinkan menjejali mobil dengan 16 silinder meskipun dengan konsekuensi panjang mobil menjadi bertambah.

Baca Juga ; Mobil Eksotis 16 Silinder

Untuk yang suka modifikasi, mesin longitudinal memberi keleluasaan merubah mesin, misalnya dari mesin 4 silinder segaris menjadi mesin V4.


Kekurangan dari layout mesin Longitudinal adalah;

Karena posisi poros engkol yang memanjang sejajar dengan arah kendaraan, maka untuk dapat disalurkan ke roda perlu perubahan arah putaran 90 derajat melalui diferensial agar putaran mesin bisa searah dengan putaran roda.

Kapasitas Ruang kabin pun menjadi berkurang karena harus memberi space untuk poros engkol yang bertugas menyalurkan putaran mesin dari transmisi ke roda yang berada di bawah bodi.


Itulah sedikit informasi terkait perbedaan mesin Longitudinal dan mesin Transversal yang di terapkan pada mobil.

Tentu saja masih banyak lagi kombinasi peletakan mesin dan sistem penggerak yang di terapkan pada mobil untuk mendapatkan handling yang baik, distribusi berat yang seimbang, distribusi daya dan pertimbangan lainnya, Semoga dapat bermanfaat.

Please Share Artikel "Perbedaan Transverse dan Longitudinal Engine" ini :)

0 Response to "Perbedaan Transverse dan Longitudinal Engine"

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar anda.