Mesin 2 3 4 5 6 8 10 12 16 Silinder

Blok silinder pada mesin kendaraan bermotor dapat di buat hingga berapa selongsong menyesuaikan hasrat sang pembuat dan kebutuhan dari sebuah mesin yang akan di bangun.

Pada dasarnya tidak ada mesin yang sempurna untuk semua jenis kendaraan. Mungkin ada yang beranggapan mesin V yang paling sempurna tapi ada juga yang menilai mesin boxer yang paling stabil.

Semua bisa saja tergantung dari jumlah silinder yang di terapkan pada mesin yang bersangkutan.

Untuk itu mari coba kita bayangkan berapa idealnya jumlah silinder yang bisa dianggap terbaik disesuaikan dengan konfigurasi yang sesuai.

Mesin 2 silinder

Mesin boxer tampaknya lebih halus tapi lebih membutuhkan biaya produksi yang tinggi. Inline atau twin menghasilkan getaran yang besar tapi lebih murah.

V twin mungkin sedikit lebih baik dibandingkan paralel twin tapi masih jauh dari sempurna jadi boleh dibilang kedua nya memiliki penilaian yang sama.


Mesin 3 silinder

Mesin 3 silinder dengan konstruksi Segaris adalah konfigurasi terbaik yang bisa diterapkan pada mesin 3 silinder.

Sedangkan menggunakan konfigurasi Boxer atau konfigurasi V 3 silinder rasanya tidak mungkin karena jumlahnya ganjil meskipun Honda pernah menerapkan V 5 silinder di Motor RCV213 untuk turun di kelas MotoGP.

Getaran yang dihasilkan mesin 3 silinder bisa terasa hingga tempat duduk penonton.


Mesin 4 silinder

Boxer masih tetap menawarkan getaran yang paling halus untuk jumlah silinder 4 tapi juga tetap lebih mahal dibanding inline atau V.

Inline 4 menghasilkan primary dan secondary Vibration yang lumayan besar tapi bisa ditanggulangi dengan penambahan balancer shaft.

Sedangkan V4 juga menghasilkan getaran yang lebih besar dari mesin inine 4 dan juga biaya produksi mahal meskipun tidak semahal Boxer.


Mesin 5 silinder

Sama seperti mesin 3 silinder terkait getaran dan biaya produksi. Mesin inline pilihan terbaik untuk 5 silinder. V5 mungkin bisa juga di pertimbangkan tapi konfigurasi ini kurang umum.


Mesin 6 silinder

Boxer tetap terbaik untuk jumlah silinder genap, getaran dan balance. Tapi kembali lagi ke biaya produksi, satu-satunya kendala mesin boxer adalah karena dia mahal.

Inline 6 memiliki keseimbangan yang baik tapi mesin menjadi sangat, panjang mesin V6 cukup potesial dan VR6 memiliki getaran yang minim dan desain mesin yang paling kompak.


Mesin 8 silinder

Konfigurasi yang paling mungkin diterapkan untuk mesin 8 silinder adalah mesin V karena memiliki dengan getaran yang lebih baik dan bisa di eliminsi dengan penambahan balancer.

Inline 8 akan terlihat sangat panjang perlu perlakuan khusus pada poros engkol agar tidak bengkok. Boxer 8 cukup potensial seperti mesin boxer seharusnya, sangat ideal dengan jumlah silinder genap.


Mesin 10 silinder

Getaran lebih kecil dibanding mesin 8, boxer tetap yang ideal tapi mesin akan menjadi sangat lebar, mesin V lebih baik dibanding mesin inline karena akan rentan mengalami bending di poros engkol.


Mesin 12 silinder

Mesin inline dan V minim getaran, umumnya mesin V lebih banyak diterapkan dari pada mesin lainnya karena lebih kompak dan biaya produksinya lebih masuk akal.


Mesin 16 silinder

Kebanyakan menggunakan mesin V, ada juga mesin W seperti pada Buggati yang menggabungkan dua mesin VR6 menjadi satu. Sedangkan untuk inline 16 silinder rasanya tidak efisien dan terlalu menyita ruang.

pistonnya mesin


Jadi kesimpulannya...?

Tidak ada konfigurasi yang ideal untuk semua jenis kendaraan, setiap konfigurasi mesin yang digunakan menawarkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Please Share Artikel "Mesin 2 3 4 5 6 8 10 12 16 Silinder" ini :)

0 Response to "Mesin 2 3 4 5 6 8 10 12 16 Silinder"

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar anda.