Bagaimana mengendarai Motor TANPA Kopling

Bagaimana mengendarai motor jika kabel koplingnya putus. Mengendarai motor dengan kondisi kabel kopling putus, sama saja dengan mengendarai motor tanpa kopling.

Umumnya kendaraan bermotor menggunakan perangkat kopling bahkan untuk motor tipe matik sekalipun. Kecuali motor listrik, ada yang menggunakan kopling dan ada yang tidak.

Seperti kita ketahui bersama, kopling berfungsi sebagai penghubung dan pemutus putaran mesin ke transmisi.

Kopling yang umum ditemukan pada sepeda motor adalah type kopling gesek multi plat dan kopling sentrifugal.

Di mesin motor matik anda bisa menemukan jenis kopling sentrifugal, sedangkan motor type bebek menggunakan dua type kopling sekaligus yaitu; kopling gesek dan sentrifugal (biasa dikenal juga dengan sebutan kopling ganda) dan di motor sport biasanya menggunakan kopling gesek (Kopling Manual).

Suatu ketika mungkin anda pernah mengalami kabel kopling putus di tengah jalan. Pada kondisi seperti ini, tidak ada jalan yang bisa dilakukan untuk membuat kopling berfungsi sebagaimana mestinya.

Bagaimana cara mengendarai motor tanpa kopling ketika anda menghadapi problem kabel kopling putus saat sedang di perjalanan.

Begini langkah-langkah yang bisa anda upayakan untuk mencoba mengendarai motor tanpa kopling.

Bagaimana mengendarai Motor tanpa Kopling


1. Bagaimana Memulainya

Pastikan motor anda dalam posisi netral, kemudian hidupkan mesin motor anda.

Selanjutnya setelah mesin hidup, dorong motor anda sekuat tenaga hingga mendapat laju yang cukup.

Jika sekiranya kecepatan motor sudah memadai, segera lompat keatas motor dan injak perseneling untuk masuk ke gigi dua sambil menarik gas secukupnya (jangan terlalu besar).

Cara lainnya, saat posisi berhenti, mesin mati, masukan perseneling ke gigi dua, naikan standar, tahan motor dengan kedua kaki kemudian tekan tombol starter sambil membuka sedikit tuas gas, motor akan berjalan pelan mengandalkan tenaga dari dinamo starter hingga mesin hidup dan anda bisa mulai berkendara.

Sesuaikan bukaan gas untuk mendapatkan ritme yang tepat antara laju motor dan putaran mesin agar motor dapat berjalan dengan mulus tanpa tersendat-sendat.

Kenapa harus gigi dua.......?

Sebenarnya ini opsional saja, bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi motor. Dengan menggunakan gigi dua diharapakan rasio putaran mesin dan roda bisa seimbang dan motor lebih mudah di kendalikan. Selain itu, gigi satu lebih pendek dan terlalu liar karena torsi yang besar.


2. Melakukan perpindahan gigi

Setelah motor berhasil melaju, mungkin anda ingin menaikan perseneling ke gigi tiga.

Lakukan proses perpindahan gigi ini dengan perlahan dan lembut dengan menurunkan sedikit tuas gas sambil menginjak perseneling hingga masuk gigi tiga kemudian buka lagi tuas gas menyesuaikan kebutuhan motor. Langkah ini harus di lakukan dengan cepat dan seirama.

Saat melakukan perpindahan gigi, Injak tuas perseneling dengan lembut hingga terasa kandas, jangan di paksakan, tetap tekan dengan perlahan hingga gigi tiga masuk ke posisinya. Anda mungkin akan merasakan hentakan, sesuaikan putaran gas untuk meminimalisir hentakan tersebut.


3. Pindah ke Gear rendah 

Menurunkan gigi. Saat ingin menurunkan gigi, turunkan putaran mesin dengan menutup tuas gas lalu injak perseneling untuk menurunkan posisi gear. Hentakan akan lebih terasa saat gear di turunkan karena perbedaan RPM, jadi anda harus tetap tenang.


4. Berhenti

Proses berhenti ini akan sedikit sulit dan butuh ketangkasan dan kesigapan untuk mencari posisi netral. Anda harus menurunkan RPM mesin dan mengurangi gear secara bertahap dengan tetap menjaga putaran mesin agar tidak mati. Atau....

Anda bisa mencari spot aman di pinggir jalan dan mulai berhenti dengan menggunakan kedua rem tanpa harus menurunkan perseneling atau menetralkannya, dan biarkan mesin motor mati. Toh anda akan mulai dari awal lagi ketika ingin berjalan.

Ini akan sangat melelahkan jika perjalanan anda menghadapi banyak rintangan seperti trafik light, perempatan, lintasan kereta api, atau rumah mantan yang penuh polisi-tidur.

Itulah cara mengendarai motor tanpa kopling yang disebabkan karena kabel kopling putus.

Warning !

Sangat tidak dianjurkan untuk mengendarai motor dengan kondisi kabel kopling putus, sebaiknya anda mencari upaya lain terlebih dahulu seperti; mencari bantuan untuk mendorong motor anda hingga bengkel terdekat.

Tapi jika memang kondisinya tidak memungkinkan dan terpaksa harus mengendarai motor tanpa kopling, ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan diperhatikan seperti;

1. Pastikan anda paham betul dengan karakter motor yang anda kendarai, jika motor tersebut adalah milik anda sendiri dan sudah lama menemani setiap harinya, anda pasti tahu bagaimana tabiatnya.

2. Jikapun anda terpaksa harus mengendarainya, kendarailah dengan hati-hati dan penuh perasaan. Meskipun kemungkinannya kecil, tapi resiko gear transmisi rompal atau gupil bisa saja terjadi.

3. Pastikan rute yang akan anda lalui cukup lengang dan tidak macet yang memaksa anda harus berhenti di tengah jalan. Karena jika harus berhenti, anda akan kesulitan mengkondisikan motor tanpa membuat mesinnya mati dan anda harus mulai dari awal lagi (its like one way trip, you can’t stop).

4. Cegah hal ini terjadi dengan selalu melakukan perawatan dan pemeriksaan rutin khususnya terkait kondisi kabel kopling.

Jika kabel kopling terasa mulai seret ditandai dengan tarikan kopling mulai berat, sebaiknya segera periksa, mungkin perlu di bersihkan dan di lumasi. Dan bila kondisinya sudah tidak memungkinkan sebaiknya segera ganti.

5. Last but not least, Keep Safety Riding and Please do it with your Own Risk.

Silakan tinggalkan komentar anda.

Click to comment