Kenapa harus ada roda gila, yang "Waras" kemana?

Part yang satu ini dibilang gila tapi menjadi bagian penting dari mesin untuk memastikan mesin dapat bekerja dengan stabil dan berfungsi menghasilkan daya yang dibutuhkan kendaraan.

Roda gila atau biasa dikenal dengan nama Flywheel merupakan benda berbentuk menyerupai cakram besar dari besi pejal dan cukup berat dengan gigi di sisi luarnya untuk dapat terhubung dengan dinamo starter.

Bobot Flywheel yang berat membuatnya cukup sulit untuk digerakan ataupun dihentikan. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh gaya inersia yang dimiliki oleh setiap benda dalam mempertahankan posisinya teryadap gaya yang diberikan kepadanya.

Roda gila yang berat Ini merupakan cara sederhana namun efektif untuk mempertahankan momentum putaran mesin dengan menyimpan energi yang dihasilkan mesin ke dalam roda gila.

roda gila di mesin

Roda gila juga menjadi salah satu perangkat yang dapat membuat getaran mesin menjadi lebih halus.

Pada mesin Piston Multi silinder kekuatan dan torsi yang dihasilkan mesin berbeda di setiap tahap putaran mesin.

Jumlah torsi terbesar terjadi saat langkah usaha ketika piston terdorong kuat ke TMB (Titik Mati Bawah) akibat ledakan di ruang bakar.

Jadi roda gila bertugas menjaga putaran poros engkol lebih konstan dan mulus di setiap dorongan tenaga yang dihasilkan oleh tiap piston sesuai pengaturan waktu pengapiannya.

Tanpa adanya Flywheel yang terpasang di ujung poros engkol maka putaran mesin menjadi tidak stabil.

roda gila di mesin

Oleh karena berat dari roda gila ini sangat berpengaruh terhadap performa mesin, para modifikator yang mengincar performa mesin terkadang melakukan modifikasi pada roda gila ini.

Salah satu perubahan yang dilakukan pada sektor roda gila adalah dengan mengurangi bobotnya atau mengganti roda gila dengan produksi aftermarket khusus performa tinggi.

Dengan memodifikasi roda gila menjadi ringan akan membuatnya lebih mudah berputar karena benda dengan berat yang rendah memiliki gaya inersia yang rendah pula sehingga akan berakselerasi lebih cepat dibanding benda dengan massa yang lebih berat.

Jadi dengan meringankan Flywheel dapat meningkatkan akselerasi di putaran bawah.
Tapi karena bobotnya yang ringan maka dampaknya dapat membuat putaran mesin mudah drop saat perpindahan gigi.

Di dunia otomotif terdapat dua type Flywheel yang umum di temukan yaitu Single Mass Flywheel dan Dual Mass Flywheel.

Dan peletakannya pun ada yang di letakan di poros engkol ada juga yang di letakan di area kopling. 


Secara singkat perbedaan dari kedua tipe roda gila tersebut adalah sebagai berikut.

Single mass Flywheel (SMF) merupakan roda gila yang terbuat dari sebongkah baja pejal yang di bentuk sedemikian sehingga menjadi demikian.

Tipe ini paling umum ditemukan pada mobil produksi masal, karena biaya produksinya murah dan proses pembuatannya mudah.

Tidak ada fitur istimewa atau part lain didalamnya, namun karena kesederhanaannya tersebut membuat flywheel jenis ini lebih mudah di modifikasi sesuai kebutuhan, seperti mengurangi bobotnya.

roda gila single mass


Dual Mass Flywheel (DMF) pada dasarnya terdiri dari dua buah roda gila yang dilengkapi pegas sebagai peredam di bagian tengahnya. Masing-masing flywheel dapat bergerak bebas.

Roda gila jenis ini dapat meredam getaran mesin lebih baik sehingga mesin bekerja lebih halus yang akan mempengaruhi umur kampas kopling dan gear transmisi serta komponen lain disekitar mesin.

Tidak hanya pada mesin mobil, mesin sepeda motor juga dilengkapi roda gila yang biasanya sekaligus berfungsi sebagai altenator untuk mensuplai listrik ke beberapa komponen di motor termasuk melakukan pengisian ke aki.

roda gila


Memang penyebutan komponen kendaraan kadang terdengar aneh dan cukup ambigu karena kadang nama alias-nya sama sekali tidak identik dengan nama aslinya atau penamaannya secara teknis.

Jadi roda gila memiliki peranan penting di mesin dan yang waras harus mau mengalah kali ini.

Silakan tinggalkan komentar anda.

Click to comment