Mesin VR6, antara Konstruksi INLINE dan V

VR6 Engine merupakan kombinasi antara mesin V dan mesin Segaris, oleh sebab itu dinamakan “VR” yang merupakan singkatan dari mesin V dan mesin Reihenmotor yang di sadur dari bahasa Jerman yang untuk mendeskripsikan mesin segaris.

Mesin ini cukup unik karena sejatinya menganut konfigurasi V dengan sudut sempit, tapi jika menyebutnya dengan mesin V sepertinya kurang tepat karena pada umumnya mesin V memiliki 2 Blok-silinder yang terpisah dan membentuk huruf "V".

Tapi jika dinamakan dengan sebutan mesin Inline pun kurang tepat juga karena silindernya terpisah menjadi dua silinder blok masing-masing 3 silinder dengan sudut yang benar-benar sempit saking sempitnya hingga blok silinder menyatu menjadi satu nampak seperti mesin inline.

Generasi pertama mesin VR menggunakan sudut 15 derajat sedangkan generasi selanjutnya menerapkan sudut yang lebih sempit lagi yaitu 10.6 derajat.

Mesin VR6, vr engine

VR6 hanya sedikit lebih panjang dan lebih lebar dari mesin 4 silinder, itu berarti mesin ini dapat dipasang secara melintang (transverse) di mobil berpenggerak roda depan tanpa menghabiskan banyak ruang.

Lihat juga : Perbedaan Transverse dan longitudinal Engine

Bahkan untuk digunakan sebagai penggerak sepeda motor pun mesin ini masih terlihat kompak, secara dimensi, tidak kebesaran dan tidak kekecilan.

Seperti diketahui, mesin 6 silinder dipercaya memiliki tingkat balance yang cukup baik, tapi yang menjadi kendala adalah konfigurasi yang digunakan untuk membangun mesin 6 silinder tersebut.

Jika pakai inline 6 silinder, mesin akan menjadi panjang dan akan membutuhkan ruang yang luas di sasis sedangkan jika memilih konfigurasi "V" maka biaya produksi membengkak dan layout mesin pun semakin lebar dan makan tempat.

Konfigurasi mesin paling kompak yang memadukan kecilnya mesin inline dan powerfulnya mesin V pun tercipta. Mesin VR6 menjadi solusi terbaik untuk menciptakan mesin powerful namun tetap ringkas.

Kalau mesin V umumnya membentuk sudut 27 sampai 45 derajat maka sudut yang dihasilkan mesin VR6 lebih kecil lagi dan lebih sempit, sehingga memungkinkan menggunakan satu kepala silinder dengan perangkat Valvetrain yang lebih sedikit jika dibandingkan mesin V.

Mesin VR6

Mesin VR merupakan perpaduan antara mesin V dan mesin Inline, Volkswagen mulai mengembangkan mesin VR6 2000 CC di tahun 1978 dan mulai produksi pada tahun 1991 kemudian pada perkembangannya mesin VR6 mulai mengaplikasikan kubikasi yang lebih besar hingga 3.6 liter.

Dengan dua katup persilinder, mesin VR6 generasi pertama menyemburkan daya 172 hingga 178 hp. Tapi bukan tenaga outputnya yang menjadi fokus perhatian tapi suara yang dihasilkan dan getaran yang lebih halus menjadi daya tarik tersendiri dari mesin VR6 ini.

Sejatinya mesin VR6 menerapkan teknologi SOHC meskipun pada cover plastik yang biasa menutupi kepala silinder, VR6 terdapat tulisan DOHC.

Pemahaman SOHC dan DOHC pada mesin VR6 menjadi rancu karena ketika terdapat dua poros kam di silinder Head maka otomatis mesin tersebut bisa dianggap sebagai mesin DOHC (Double Over Head Cam).

Tapi jika diamati dari konstruksi dan sistem kerjanya maka akan nampak bahwasanya pada setiap silinder mesin VR hanya memiliki 1 poros kem yang artinya SOHC (Single Over Head Cam).

Mesin VR6


Kelebihan mesin VR6
  • Kompak dan Ringkas. Mesin VR6 lebih kecil jika dibandingkan dengan V6, lebih pendek jika dibandingkan dengan mesin 6 silinder segaris. Ini membuat mesin VR6 cocok digunakan pada mobil FWD (Front Wheel Drive) dengan posisi mesin didepan.
  • Halus dan minim getaran. Engine balancing mesin VR6 sangat mirip dengan Inline six, jadi getarannya sangat minim.
  • Simple. Satu kepala silinder dan hanya dua poros cam total, dengan layout seperti ini tidak membutuhkan dua silinder head dan sistem penggerak katup yang rumit seperti pada mesin V6.
  • Saluran buang lebih simpel. Karena semua saluran gas buang berada di satu sisi silinder maka hanya diperlukan satu paket exhaust manifold saja tidak seperti pada mesin V6 yang harus mendesain dua saluran exhaust yang berbeda untuk masing-masing silinder blok.

Kekurangan mesin VR6
  • Berat. Lebih berat jika dibandingkan mesin inline 4 mengingat ukurannya hampir sama dengan mesin inline four.
  • Mahal dan kompleks. Jika dibandingkan dengan mesin inline 4 silinder, VR6 memiliki banyak perangkat bergerak didalamnya. Konstruksinya pun cukup rumit dan semakin rumit konstruksi mesin maka semakin mahal biaya pembuatannya.
  • Bore Size terbatas, karena kemiringan silinder yang menciptakan perbedaan jarak antara silinder blok. Dimana jarak antar silinder bagian atas lebih lebar dari bagian bawah blok silinder. Jadi menambah ukuran diameter piston berarti akan memperbesar ukuran blok silinder yang akhirnya akan membuat mesin semakin berat dan besar.
  • Saluran Inlet dan Outlet tidak sama panjang, hal ini dapat mempengaruhi aliran gas hal ini dapat mempengaruhi aliran fluida yang masuk dan keluar ruang bakar. Mekipun dapat di atasi dengan mendesain saluran manifold dengan ukuran yang berbeda.

Mesin VR6


Mesin VR merupakan perpaduan antara mesin inline dan mesin V, Meskipun menggunakan inisial VR tapi mesin ini tidak ada hubungannya dengan pembalap salah satu pembalap senior di MotoGP.

Belum banyak pabrikan yang mengaplikasikan jenis mesin ini, mungkin karena pertimbangan ekonomi, dibutuhkan investasi yang tidak sedikit ketika memutuskan akan menggunakan mesin jenis baru pada kendaraan produksi masal.

Please Share Artikel "Mesin VR6, antara Konstruksi INLINE dan V" ini :)

0 Response to "Mesin VR6, antara Konstruksi INLINE dan V"

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar anda.